Tuesday, November 8, 2016

Dibatasi, Banyak Pemain Berkualitas Tak Masuk Timnas


Seputar Timnas -  Gelaran Piala AFF 2016 Myanmar-Filipina tinggal menghitung hari. Timnas Indonesia di bawah komando Alfred Riedl terus mematangkan persiapan menuju ajang tertinggi sepakbola Asia Tenggara tersebut.

Tak banyak waktu bagi Riedl untuk mempersiapkan Skuat Garuda untuk menghadapi Piala AFF 2016. Setelah resmi didapuk PSSI sebagai pemangku jabatan pelatih Timnas Indonesia pada Juni lalu, pelatih asal Austria ini hanya punya waktu kurang lebih empat bulan persiapan.

Riedl terpaksa harus kerja keras mulai dari membentuk tim dan melakoni laga uji coba. Persiapan minim ini juga tak lepas dari berakhirnya sanksi yang dijatuhkan FIFA kepada Indonesia bulan Mei lalu.

Tak hanya waktu persiapan yang minim, Riedl juga dihadapkan pada persoalan terbatasnya pemanggilan pemain untuk masuk dalam skuat timnas. Sebab, berdasarkan kesepakatan dengan PSSI, klub dan PT Gelora Trisula Dewata (GTS), Riedl hanya boleh memanggil maksimal dua pemain dari masing-masing klub.

Hal ini tak lepas dari gelaran Torabika Soccer Championship (TSC), kompetisi gagasan PT. GTS, yang tak bisa ditunda waktu penyelenggaraannya. Sebab, gelaran TSC sudah mulai bergulir saat Indonesia masih dililit sanksi FIFA. 

Imbasnya, Riedl kesulitan untuk menggabungkan kekuatan para pemain berkualitas. Sebelumnya, pelatih asal Austria itu sudah mengungkapkan kalau kekuatan Timnas berkurang 20 persen karena kebijakan tersebut.

Tetapi, Riedl mengaku tak bisa melakukan apa-apa kecuali berusaha melakukan yang terbaik dengan nama-nama pilihannya saat ini.

"Kami kembali ke pertandingan internasional dengan persiapan hanya empat bulan, karena Indonesia terkena sanksi (FIFA) selama satu setengah tahun. Tapi (dalam persiapan), kami hanya bisa membawa dua pemain dari setiap klub dan tak bisa mengambil tiga pemain," ujar Riedl.

"Banyak pemain berkualitas dari beberapa klub papan atas, tapi saya tak bisa membawanya. Karena ini adalah kesepakatan dengan federasi (PSSI) dan liga (PT GTS). Sebab liga (TSC) tidak bisa ditunda selama Piala AFF berlangsung," katanya menambahkan.

Dengan berkurangnya kekuatan Timnas jelas memperkecil peluang Garuda untuk terbang tinggi di Piala AFF nanti. Bagaimana bisa menembus perebutan gelar kalau kakinya terikat rantai.[Sumber : VIVA]