Tuesday, February 2, 2016

Kongres FIFA Makin Dekat, Namun Kemenpora Masih Pasif


Seputar Timnas -  Kongres FIFA hanya tinggal menghitung hari. Dalam event tertinggi federasi sepakbola tertinggi dunia nanti, nasib sepakbola Indonesia akan kembali dipertaruhkan.

Dengan FIFA dan AFC yang sudah mendelegasikan wakilnya dalam penyelesaian kisruh sepakbola nasional, ternyata benang kusut sepakbola Indonesia belum juga terurai.

Delegasi FIFA dan AFC yang datang ke Indonesia bulan November tahun lalu, sudah menginstruksikan pembentukan Tim Ad Hoc Reformasi PSSI. Tapi dalam kenyataannya, Tim Ad Hoc masih belum bisa bergerak secara signifikan.

Pihak pemerintah dalam hal ini Kemenpora, yang seharusnya jadi elemen penting di tubuh Tim Ad Hoc, tak mau mengirim wakilnya. Kemenpora malah membentuk Tim Kecil guna mengakomodasi keinginan FIFA tersebut.

Nyatanya juga, Tim Kecil bentukan pemerintah ini juga belum ada hasil. Gatot Dewa Broto sebagai salah satu anggotanya, belum bisa memberikan perkembangan apapun. Padahal waktu pembenahan sudah semakin sempit jelang Kongres FIFA.

Gatot mengakui jika sampai saat ini masih belum ada perkembangan terkait pembenahan sepakbola nasional. Dirinya juga mengaku sudah jarang berkomunikasi dengan FIFA, dengan alasan person in charge, James Johnson, sudah dipindah tugaskan.

"(Jelang Kongres FIFA) Seminggu lalu saya kontak Johnson. Belum, belum ada update apa-apa," kata Gatot kepada wartawan, Senin 1 Februari 2015.

"Belum ada update dari FIFA. Saya sudah komunikasi dengan (James) Johnson, tapi dia tidak seantusias biasanya. Karena beberapa bulan lalu, dia sudah bilang jika posisinya sebagai person in charge akan diganti. Sampai sekarang kita belum diberi tahu siapa penggantinya," sambungnya.

Lebih lanjut, Gatot juga belum bisa memastikan langkah apa yang dianggap tepat melihat waktu yang sudah semakin sempit. Andai tidak ada perubahan, Indonesia terancam akan dapat sanksi yang lebih berat.[viva]