Saturday, February 6, 2016

Kemenpora Akan Temui Komite Ad Hoc PSSI


Seputar Timnas -  Terkait pernyataan sikap Komite Ad Hoc Reformasi PSSI, pihak Kemepora akhirnya mau membuka diri. Lewat Deputi V Bidang Kemitraan dan Harmonisasi, Gatot Dewa Broto, Kemenpora akhirnya mau berkomunikasi langsung dengan Komite Ad Hoc.

Ditemui di Kantor Kemenpora, Jumat, 5 Februari 2016, Gatot mengatakan, pihaknya bersedia menerima Komite Ad Hoc untuk bertatap muka langsung. Dijelaskan Gatot, Kemenpora akan mengakomodasi keinginan Komite Ad Hoc, untuk berkomunikasi langsung terkait masalah kisruh sepakbola Indonesia.

Dijelaskan Gatot, Kemenpora akan menerima kedatangan Agum Gumelar cs, pada tanggal 10 Februari 2016 mendatang. Kemenpora mendapat instruksi langsung dari Presiden lewat Sekretariat Negara, terkait surat yang dilayangkan Komite Ad Hoc untuk bertatap muka dengan Presiden.

"Kita akan berkomunikasi dengan Komite Ad Hoc, kita juga sudah dapat surat dari Setneg. Nanti kita ketemu dengan Tim Ad Hoc tanggal 10 (Februari)," kata Gatot kepada wartawan.

Keterbukaan Kemenpora yang akhirnya mau menerima Komite Ad Hoc, juga tak lepas dari datangnya surat FIFA kepada Kemenpora.

FIFA membalas surat Kemenpora yang dilayangkan tanggal 28 Januari lalu, yang berisi tentang sikap Kemenpora yang tidak mau bergabung dengan Komite Ad Hoc.

Hal tersebut dikarenakan, Kemenpora merasa ToR (Terms of Reference) FIFA tidak sejalan dengan pemerintah.

"Begini, di surat itu kan jelas FIFA memang menolak soal revisi ToR. Tapi, bukan berarti kita tidak menghargai Komite Ad Hoc. Sekarang sudah jelas, FIFA sudah closed soal ToR itu, makanya kita akan coba berkomunikasi. Kan selama ini Pak Agum (Gumelar) selalu mengeluh soal itu," lanjut Gatot.

"(Kongres FIFA sudah mepet) Kita tak ingin berandai-andai. Makanya kita coba komunikasikan ini dulu. Memang mepet, tapi masih ada waktu kan? Sekarang kita maksimalkan dulu komunikasi dengan komunikasi Tim Ad Hoc," katanya.

Sikap Kemenpora untuk membuka diri dengan Komite Ad Hoc, diharap jadi sinyal positif dalam pembenahan sepakbola Indonesia. Sebab, Kongres FIFA sudah akan digelar tanggal 26 Februari mendatang. Andai kisruh ini belum juga usai dan dibawa FIFA ke kongres, bukan tak mungkin masa depan sepakbola Indonesia akan kian suram.[VIVA]

Baca juga : Menpora: Masa Pemerintah 'Nurut' Sama PSSI