Thursday, February 11, 2016

Ini Syarat Hidupkan Kembali Sepakbola Nasional Versi La Nyalla

Ini Syarat Hidupkan Kembali Sepakbola Nasional Versi La Nyalla

Seputar Timnas -  Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indnonesia (PSSI), La Nyalla Mattalitti, menyatakan bahwa hanya ada 2 syarat agar sepakbola Indonesia kembali aktif. Salah satunya ialah pemerintah mau mengirim wakil untuk masuk ke Komite Ad Hoc Reformasi PSSI yang seperti yang diperintahkan oleh FIFA.

Pernyataan La Nyalla ini muncul seiring dengan pertemuan antara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, dengan Ketua Komite Ad Hoc, Agum Gumelar, kemarin. Keduanya berbicara dalam pertemuan tertutup mengenai kondisi sepakbola nasional yang tak kunjung membaik.

“Dua syarat ini mendesak untuk dipenuhi sebagai pintu masuk menghidupkan kembali sepakbola Indonesia. Yaitu, pemerintah mengutus wakilnya untuk duduk di komite ad-hoc, dan Menpora mencabut SK Pembekuan PSSI sebelum kongres FIFA, akhir Februari nanti. Itu pintu masuknya,” kata La Nyalla.

Hingga saat ini, pemerintah belum mau mengirim utusan masuk dalam jajaran keanggotaan Komite Ad Hoc karena menilai bukan sesuai keinginan sebelumnya. Namun, bagi La Nyalla, badan yang dibentuk guna mencari solusi dari semua masalah ini sudah merupakan forum yang tepat.

“Di forum itu diharapkan dapat dibicarakan A sampai Z bagaimana agar PSSI dan prestasi sepakbola Indonesia semakin baik. Tapi, kan sampai sekarang Menpora belum mengutus wakil pemerintah,” ujarnya.

Lebih jauh, pria asal Makassar tersebut mempertanyakan usulan Menpora yang meminta diadakannya Kongres Luar Biasa (KLB) ulang. Dia merasa hal itu tidak tepat, karena dalam KLB di Surabaya lalu terpilih secara sah.

Terlebih, La Nyalla sama sekali belum dapat bekerja maksimal karena Menpora sudah lebih dulu mengeluaran sanksi administratif, padahal kepengurusan periodenya belum bekerja sama sekali. “KLB untuk apa? Memilih ketua umum dan pengurus baru? Memangnya yang sekarang kenapa? Salah? Salahnya apa? Kan tidak pernah terjawab?” tanyanya.

Ditambahkan La Nyalla, Komite Ad-hoc juga tidak memiliki kewenangan untuk menggelar KLB. Karena sesuai statuta, KLB hanya bisa dilakukan apabila diminta oleh anggota dan disetujui oleh komite eksekutif. Dan disupervisi oleh FIFA-AFC.

“Saya tegaskan lagi, saya memimpin PSSI karena dipilih oleh 92 pemilih dari 106 voter kongres. Sehingga saya tidak akan mundur selama pemilih saya tidak meminta saya mundur. Jadi jangan karena pemerintah lalu intervensi untuk semaunya," tegas La Nyalla.

"Sudah jelas akibat intervensi itulah sepakbola Indonesia disanksi FIFA. Dan FIFA sudah memberi jalan untuk duduk bersama membahas bagaimana membuat sepakbola lebih baik bersama pemerintah. Sederhana kan? Saya yakin kalau ada goodwill pasti selesai dari dulu,” imbuhnya.[VIVA]