Saturday, December 12, 2015

Komite Ad-Hoc Masih Menanti Keikutsertaan Pemerintah

Komite Ad-Hoc Masih Menanti Keikutsertaan Pemerintah

Seputar Timnas - Usai rapat perdana Komite Ad-Hoc Reformasi bentukan FIFA di kantor Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Jakarta, Jumat (11/12), Ketua Komite Ad-Hoc, Agum Gumelar, masih berharap pemerintah akan ikut serta dalam tim bentukan FIFA tersebut.

Dalam rapat yang turut dihadiri perwakilan dari AFC, Mariano Araneta, Agum juga berharap semua stakeholder sepak bola Indonesia dapat bersatu menyelesaikan kisruh sepak bola nasional.

"Kami mendapatkan pengarahan (dari Mariano) tentang bagaimana tim ini harus bekerja. Harapannya adalah semua stakeholder dapat ikut dalam komite ini," ujar Agum.

"Beliau juga berharap agar pemerintah dapat memasukkan nama agar ada wakil yang duduk di sini," sambung pria yang juga menjadi presiden kehormatan PSSI.

Kemenpora hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda bergabung dengan Komite Ad-hoc. Menpora, Imam Nahrawi, sebelum mengatakan pihaknya masih menunggu pedoman kerja Komite Ad-Hoc dari FIFA.

Selain itu Agum juga memaparkan latar belakang terbentuknya Komite Ad-hoc, yang diklaim sebagai tindak lanjut amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas karut-marutnya sepak bola Indonesia.

Atas dasar itulah delegasi FIFA-AFC yang sempat bertemu langsung dengan Jokowi, sepakat membentuk Komite Ad-hoc agar mereformasi sepak bola Indonesia.

Namun, terbentuknya Komite Ad-hoc itu belum menjadi jaminan FIFA akan mencabut sanksi yang mereka jatuhkan terhadap Indonesia.

"Tak ada garansi sanksi Indonesia akan dicabut. Tapi kami ingin melihat sejauh mana niatan positif dari sepak bola Indonesia," ujar Mariano

Rapat perdana Komite Ad-hoc ini sendiri tidak dihadiri seluruh anggotanya lantaran berhalangan hadir.

Wakil ketua Komite Ad-hoc, IGK Manila, Bambang Pamungkas (perwakilan asosiasi pemain), dan Raja Pane (perwakilan KOI) merupakan sejumlah anggota yang absen. Rapat Komite Ad-hoc selanjutnya dijadwalkan akan kembali digelar pekan depan. [cnnindonesia.com]