Thursday, December 3, 2015

FIFA: Pemerintah Indonesia Harus Ikut Mengisi Tim Ad-Hoc PSSI

FIFA: Pemerintah Indonesia Harus Ikut Mengisi Tim Ad-Hoc PSSI

Seputar Timnas -  Pada Kamis (3/12/2015) malam WIB, FIFA merilis hasil pertemuan The Executive Committee (Exco) yang digelar di markas induk sepak bola dunia itu, Zurich, Swiss.

Selama dua hari sejak Rabu (2/12/2015), Exco FIFA atau yang juga bisa disebut Komite Eksekutif FIFA, menggelar pertemuan untuk membahas sejumlah agenda.

Kasus Indonesia dibahas pada agenda ke-13 dalam topik up-date status atas kasus yang menimpa anggota asosiasi. Selain Indonesia, kasus yang terjadi di Benin, Maladewa, dan Togo juga ikut dibahas.

Hasilnya, sesuai rilis yang dimuat di situs resmi FIFA, Kamis (3/12/2015), pemerintah diwajibkan berpartipasi dalam Tim Ad-Hoc, tim yang merupakan hasil dari kunjungan delegasi FIFA-AFC ke Jakarta pada 2-3 November 2015.

Seperti diungkapkan sebelumnya, delegasi FIFA-AFC memberikan laporan hasil pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan sepak bola Indonesia di Jakarta, dalam pertemuan Exco FIFA pada hari ini.

Delegasi FIFA-AFC seperti dalam suratnya yang dikirimkan kepada Menpora Imam Nahrawi, tertanggal 17 November 2015, menegaskan akan merekomendasikan Exco FIFA agar secara resmi mendukung komite reformasi ad-hoc PSSI sesuai diskusi yang digelar di Jakarta.

Keputusan Exco FIFA pada hari ini seolah jadi penegasan bila FIFA tidak akan mengakui keberadaan Tim Kecil, yang gagasan pembentukannya berasal dari Presiden Joko Widodo dan sekarang dikabarkan sudah terbentuk. Hingga saat ini pemerintah enggan menempatkan wakilnya di Tim Ad-Hoc karena lebih berkonsentrasi membentuk Tim Kecil itu.

Di sisi lain, PSSI sudah mengirimkan daftar nama yang akan mengisi Tim Ad-Hoc, yang bertugas membenahi tata kelola sepak bola Indonesia kepada FIFA pada 9 November 2015. Salah satu nama yang sudah muncul ke permukaan mengisi Tim Ad-Hoc adalah Bambang Pamungkas. Ada pula Agum Gumelar yang dikabarkan akan menduduki jabatan ketua. 

Lantaran keengganan pemerintah, seperti disampaikan Sekjen PSSI, Azwan Karim, tidak ada perwakilan pemerintah dalam daftar nama itu. Alhasil, ketiadaan wakil pemerintah dalam Tim Ad-Hoc PSSI jadi sorotan FIFA dan Exco FIFA menegaskan pemerintah harus terlibat alias berpartipasi dalam tim tersebut sebelum diresmikan.

Hasil pertemuan Exco FIFA perihal Indonesia seperti dimuat dalam situs resmi FIFA:

"endorse the recommendation to establish an ad-hoc reform committee for the Football Association of Indonesia (PSSI), in which the Indonesian government should participate" (mendukung reformasi dengan mendirikan komite ad-hoc reformasi PSSI, di mana pemerintah Indonesia harus berpartisipasi dalam komite itu).[bola.com]