Monday, November 2, 2015

Kehadiran FIFA, Penyelesaian Kisruh Sepakbola


Seputar Timnas - Komisi X DPR-RI berharap kedatangan utusan FIFA ke Indonesia menjadi pondasi penyelesaian konflik sepak bola Indonesia yang semakin akut.
Konflik Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan PSSI membuat kondisi sepak bola nasional tak menentu dan kehidupan para pemain, pelatih pun ikut terkena imbasnya.

Total berhentinya kompetisi berefek pada perekonomian para pelaku olahraga si kulit bundar. Pemasukan mereka terhenti dan terpaksa melakoni pekerjaan apa saja demi menyambung hidup.

Belum lagi, imbas lainnya pada timnas Indonesia semua jenjang yang dilarang tampil di kompetisi multievent maupun internasional.

Dengan kunjungan utusan AFC dan FIFA diharapkan bisa memberikan secercah cahaya di tengah gelapnya masa depan sepak bola Indonesia.

"Saya kira kedatangan FIFA merupakan langkah bagus penyelesaian kisruh sepak bola Indonesia. Ini kesempatan terakhir kepada pemerintah Indonesia, apakah sepak bola Indonesia mau maju atau semakin tenggelam," kata anggota Komisi X, Jefri Riwu Kore, saat menikuti Kongres KOI di Hotel Sheraton, Sabtu (31/10/2015).

"FIFA kan punya rencana untuk memberitahukan apa yang tidak boleh dilakukan pemerintah, supaya tidak terkena sanksi. Dan semoga saja Surat Keputusan pembekuan PSSI bisa segera dicabut," tambahnya.

Menurut Jefri, Komisi X tak segan memanggil pemerintah dalam hal ini Kemenpora jika tidak menjalankan hasil dari pembicaraan dengan FIFA.

"Kami juga akan memanggil pemerintah (Kemepora) untuk menanyakan hasil dari pertemuan dengan FIFA itu. Jika pemerintah tidak mau menjalankan apa hasil dari pertemuan itu, maka sepak bola Indonesia tidak akan maju," ujarnya.

"Sebaiknya pemerintah konsen untuk melakukan atau menyediakan sarana dan prasarana. Supaya pembinaan usia muda berjalan dengan baik," pungkasnya.

Rencananya, utusan FIFA bersama AFC dijadwalkan tiba di tanah air Minggu (1/11/2015) dengan agenda bertemu dengan beberapa pihak seperti PSSI, Menpora, Presiden Joko Widodo dan APPI.[inilah]