Thursday, November 19, 2015

Bepe Jadi Perwakilan Pemain di Komite Ad Hoc


Seputar Timnas - Sekretaris Jenderal PSSI Azwan Karim mengatakan sudah mendapatkan kabar dari perwakilan Joint Delegation FIFA dan AFC yang beberapa waktu lalu datang ke Indonesia, bahwa nama untuk perwakilan pemain untuk masuk Komite Ad Hoc sudah diajukan melalui FIFPro, yakni Bambang Pamungkas.

Dengan tambahan nama mantan striker Persija Jakarta tersebut, kini Joint Delegations hanya tinggal menunggu nama yang diajukan untuk menjadi perwakilan pemerintah saja. 

"Sejauh ini dari pemain, saya dapat informasi yang masuk Bambang Pamungkas. Tinggal satu elemen dari pemerintah," tutur Azwan kepada wartawan saat sedang melayat ke rumah duka Saint Carolus, tempat Sinyo Aliandoe disemayamkan, Rabu 18 November 2015.

Pengajuan nama dari pemerintah sangat dibutuhkan sesegera mungkin, karena Komite Ad Hoc ini nantinya akan menjadi perpanjangan tangan FIFA dalam menyelesaikan kisruh sepakbola nasional yang selama ini tak kunjung selesai.

Sebenarnya, tenggat waktu yang diberikan oleh Joint Delegation untuk pengajuan nama-nama calon anggota Komite Ad Hoc ialah sebelum 13 November 2015. Harapannya, jika nantinya Komite Ad Hoc terbentuk, dapat segera bekerja, dan memperpendek masa suspensi yang diberikan FIFA kepada Indonesia.

"Kemarin memang tetap tenggat, karena ide awalnya, sebelum diformalkan, tim ini sudah bisa berjalan, dan bisa mempercepat suspensi dicabut," jelas Azwan.

Kini, setelah tenggat waktu pertama terlewati, Indonesia hanya memiliki waktu hingga 22-23 Desember mendatang untuk memastikan Komite Ad Hoc terbentuk. Karena pada tanggal tersebut, akan digelar Exco FIFA Meeting, yang salah satu agendanya akan membahas perkembangan situasi konflik di Indonesia.

Jika ternyata hingga tenggat waktu tersebut, Komite Ad Hoc tidak juga terbentuk. Maka kemungkinan besar, sanksi terhadap Indonesia akan dibawa ke agenda Kongres tahunan FIFA pada Februari 2016 mendatang.

Kevakuman sepakbola nasional tentu saja akan menjadi lebih lama lagi jika sanksi lanjutan jatuh sesuai dengan hasil keputusan kongres FIFA. Karena dengan begitu, hanya di kongres mendatang tahun berikutnya, sanksi tersebut baru bisa dicabut kembali.[viva]