Friday, October 23, 2015

Deputi Kempora: "Output" Tim Transisi Banyak Kekurangan


Seputar Timnas - Deputi V Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Gatot S. Dewa Broto mengakui tugas yang dijalankan Tim Transisi output-nya masing banyak kekurangan dan tidak berjalan semestinya.

Contohnya, turnamen Piala Kemerdekaan 2015 yang digagas, masih menyisakan masalah yakni macetnya dana hadiah kepada pemenang dan pemain terbaik.

“Untuk itu akan ada pembenahan internal dan eksternal. Menpora memang akan memperpanjang masa kerja Tim Transisi sekaligus mengubah susunan personel Tim Transisi. Beberapa nama yang dianggap tidak memiliki kontribusi besar bakal diganti,” ujarnya kepada SP, Selasa (20/10) malam.

Masa tugas Tim Transisi bentukan Kempora itu sudah berakhir 18 Oktober lalu sesuai Surat Keputusan (SK) Kempora.

Namun Kepala Komunikasi Publik Kempora tidak menerangkan secara terperinci siapa saja yang terkena reshuffle dari jabatannya.

“Tunggu saatnya saja, pasti akan diumumkan secara resmi. Mungkin Menpora sudah menandatangani SK baru Tim Transisi, apalagi laporan terakhir Ketua Tim Transisi Bibit Rianto sudah diterimanya,” ujarnya.

Dalam perkembangan itu, Gatot diminta langsung oleh Menpora Imam Nahrawi untuk bergabung bersama Tim Transisi PSSI jilid II. Tiga anggota Tim Sembilan bentukan Menpora yang sudah dibubarkan juga akan mengisi personel Tim Transisi.

Menurutnya, Tim Transisi jilid II itu nantinya tidak hanya mengurusi turnamen sepakbola yang dilakukan selama ini, tetapi lebih pada pembenahan tata kelola olahraga nasional secara keseluruhan yang mampu berinteraksi dengan media, publik dan stake holder olahraga.

Format dan jumlah personel Tim Transisi, lanjut Gatot, kemungkinan hampir sama. Namun semua harus benar-benar terlibat dan memiliki waktu. Oleh karena itu, pihaknya tidak ingin pada pengumuman tim Jilid II tersebut terulang kembali ada yang mengundurkan diri.[berita satu]