Monday, September 14, 2015

Menpora Klaim Sudah Bertemu Petinggi FIFA dan Segera Buat KLB




Seputar Timnas - Ambisi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), lewat Tim Transisi, untuk mengambil alih PSSI semakin menguat setelah muncul klaim kalau Menpora, Imam Nahrawi, telah diterima salah satu Komite Eksekutif FIFA.

Saat ini, PSSI tengah dalam hukuman FIFA karena campur tangan pemerintah yang secara sepihak mengeluarkan Surat Keputusan pembekuan terhadap badan sepakbola tertinggi tanah air tersebut. Bahkan, Menpora membentuk Tim Transisi yang diberikan tugas menjalankan roda reformasi tata kelola sepakbola Indonesia yang baru.

Meski berkali-kali FIFA mengungkapkan tak akan mengakui lembaga selain PSSI, Tim Transisi tetap berjalan dan sempat menggelar kompetisi Piala Kemerdekaan 2015. Sekarang, Tim Transisi menargetkan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).

Bahkan, menurut Anggota Pokja Komunikasi Tim Transisi, Zuhair Misrawi, Menpora tengah melakukan pertemuan dengan salah satu anggota Komite Eksekutif FIFA di Turkmenistan. Ia menyebut jika Imam Nahrawi sudah mengajukan proposal terkait penyelenggaraan KLB.

"Pak Imam Nahrawi kan sudah bertemu dengan salah satu Komite Eksekutif FIFA di Turkmenistan. Beliau mengajukan proposal yang isinya road map pembenahan sepakbola nasional. Nanti bisa dilihat apakah masih ada yang kurang, atau bisa diterima oleh FIFA," ujar Zuhair.

Terkait soal penyelenggaraan KLB, Zuhair juga mengatakan jika KLB bentukan Tim Transisi akan mengikuti aturan FIFA. Meskipun hingga saat ini status tim bentukan Kemenpora itu tak diakui oleh FIFA.

Zuhair mengatakan pihaknya tak terburu-buru menggelar KLB. Dan hingga saat ini, pihaknya masih melakukan studi banding dengan berbagai negara yang pernah terkena sanksi FIFA.

"Kita melihat pengalaman beberapa negara yang pernah kena sanksi dari FIFA, seperti Australia dan Brunei Darussalam. Pemerintah mereka bisa berunding dengan FIFA dan akhirnya bisa terlepas dari sanksi," kata Zuhair.

"Mereka (Australia dan Brunei) itu mau mengikuti pemerintahnya. Itulah yang kami lihat sebagai pengalaman yang bisa diterapkan Indonesia, untuk mereformasi tata kelola sepakbola," tambahnya.

Sudah 3,5 bulan sepakbola Indonesia di level nasional dan internasional lumpuh. Dengan munculnya wacana menggulirkan KLB, maka akan semakin lama pula masalah yang terus menggelayuti sepakbola nasional.[VIVA]