Thursday, August 6, 2015

Pelatih Asal Malaysia ini Berambisi Latih Timnas Indonesia U-23

Pelatih Asal Malaysia ini Berambisi Latih Timnas Indonesia U-23

Seputar Timnas - Eks manager Persijap Jepara, Raja Isa akui, tertarik melatih Timnas U-23 Indonesia di Sea Games 2017 yang akan dihelat di Kuala Lumpur, Malaysia.

Lelaki Kelahiran Selangor, Malaysia, 1 Februari 1966 itu akui berambisi memberikan medali emas untuk sepakbola Indonesia di perhelatan olahraga dua tahunan tersebut.

"Bila dipercaya serta diizinkan, aku sangat ingin melatih Timnas U-23 Indonesia. Itu cita-cita aku yang sangat ingin terealisasi. Aku ingin memberikan yang terbaik agar Indonesia mendapatkan medali emas selepas 25 tahun tak lagi bisa emas di Sea Games," ujar Raja Isa, Hari Rabu (5/8/2015).

Raja Isa menerangkan, tertarik melatih U-23, karena melihat pemain-pemain di Tanah Air yang mempunyai potensi serta kualitas yang luar biasa.

"Kualitas pesepakbola muda di Indonesia sangat baik dibanding negara Asean lain. Jumlah pesepakbola pun snagat banyak. Kita dapat mengkombinasikan pesepakbola dari seluruh provinsi di Indonesia. Bila dikelola dengan taktik yang pas, Timmas U-23 Indonesia akan menjadi tim yang kuat serta dapat dengan mudah mendapatkan medali emas," ujar Raja Isa.

Raja Isa menjelaskan, pemain-pemain muda di Indonesia mempunyai karakter yang tak berbeda dengan Thailand. Malahan karakternya lebih baik dibanding negara-negara Asean lain.

"Pemain muda Indonesia mempunyai kecepatan yang sama sebagaimana Thailand. Bila Timnas U-23 ditingkatkan dari sisi atitude, disiplin, pola latihan yang maksimal. Timnas U-23 dapat menjadi tim raksasa di Sea Games 2017. Aku yakin itu," bisik Raja Isa.

Raja Isa menambahkan, dirinya tertarik melatih Timnas U-23, karena telah mengenal betul kondisi serta dinamika termasuk sumber daya manusia di sepak bola nasional.

"Saya dibesarkan dari Indonesia. Aku tahu kualitas pesepakbola di Indonesia. Dibandi negara di Asean lain, Indonesia adalah negara dengan sumber daya manusia terbaik. Atmosfer sepakbola di Indonesia juga tak dapat ditandingi oleh negara-negara lain. Tanpa ada Indonesia, Sea Games tak akan berjalan meriah serta seru. Oleh karena itu, bila diberi peluang, aku akan berjuang keras untuk medali emas," tambah Raja Isa.

Oleh karena itu, Raja Isa berkeinginan konflik sepak bola di Tanah Air dapat segera berakhir. Sebabnya bila konflik masih berlanjut, tentunya sepak bola Indonesia akan jalan di tempat. Ini tentunya akan merugikan seluruh masyarakat Indonesia.

"Sebaiknya semua pihak jangan terus menerus berkonflik. Masa-masa transisi sebagaimana ambil hikmahnya saja. Ambil baiknya untuk benar-benar membenahi sepak bola nasional. Sayang potensi sepak bola di Indonesia sangat bagus serta luar biasa. Bila konflik tidak kunjung selesai, semua pelaku sepak bola akan menjadi korban," tambah Raja Isa.

Kini Raja Isa tengah menunggu kondisi sepak bola nasional kembali pulih serta hukuman dari FIFA dicabut.

"Sambil menunggu konflik selesai, untuk sedangkan aku tengah berada di Kuala Lumpur untuk menikmati masa-masa Idul Fitri juga menjalin tali silaturahmi dengan kerabat, saudara, serta teman-teman," terang Raja Isa.

Lainnya itu, Raja Isa juga mengisi waktu dengan memberikan coaching clinic ke berbagai tempat, sebagaimana ke Malaysia, Thailand, serta Thailand. Coaching clinic itu atas permintaan dari perusahan-perusahan yang memberikan pelatihan kepada manager lokal, siswa, serta guru-guru olahraga.

"Meski kini belum melatih di klub apapun, namun aku masih aktif di dunia sepakbola, berupa coaching clinic atau menjadi instruktur sepak bola. Jadi sambil menikmati masa-masa Idul Fitri, aku juga mengisi dengan kegiatan yang berhubungan dengan sepak bola," kata Raja Isa.

Kegiatan itu juga dilakukan Raja Isa untuk menunggu masa-masa konflik sepak bola di Indonesia berakhir. Sehingga ia berpeluang kembali melatih di salah satu klub di Indonesia.

"Saya masih sangat ingin melatih klub di Indonesia. Mudah-mudahan harapan aku dapat terwujud," papar Raja Isa.[tribunnews]