Tuesday, August 4, 2015

PBNU dan Menpora Sepakat Gelar Liga Santri 2015

PBNU dan Menpora Sepakat Gelar Liga Santri 2015

Seputar Timnas - Memanfaatkan momentum Muktamar ke-33 NU di Jombang, Ketum PBNU KH Said Agil Siradj meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan Menpora Imam Nahrawi di Ponpes Denanyar Jombang, Senin (3/8/2015).

Menpora Imam Nahrawi menginginkan kalangan pesantren kembali membudayakan olahraga sebagai unggulan. "Kami hidupkan kembali Liga Santri, pada 10 Agustus akan kick off di Karawang, Jawa Barat yang diikuti pesantren seluruh Indonesia. MoU ini akan ditindaklanjuti dengan program Kemenpora lainnya," katanya.

Momentum Muktamar NU ini digunakan agar Kemenpora memperkuat basis pemuda melalui pesantren. Pesantren adalah gudang dari Sumber Daya Manusia di Indonesia. Melalui pesantren, diharapkan gerakan radikalisme dapat dicegah.

"Liga ini melibatkan sekitar 150 pesentren seluruh Indonesia. Dengan liga ini, selain progam Menpora tercapai, juga sebagai bentuk ajang silaturrahim sesama pesantren.

Sementra itu, Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siradj mengatakan, prinsip kerjasama ini adalah menguatkan pesantren sebagai basis dari pemuda. Kata Kiai Said, dalam urusan Pemuda, NU memiliki banyak lembaga di antaranya LP Ma'arif, GP Ansor, IPPNU dan lain-lain. 

Prinsinya, mencegah bagaimana generasi muda yang akan datang bukan generasi yang lemah. "Jangan sampai generasi lemah agama, ilmu, harta dan fisik. Kami semua berupaya membentuk generasi yang kuat," ujar Kiai Said.

Pentingnya menggarap sektor kepemudaan ini, karena pemuda yang akan datang dapat menerima estafet pemimpin bangsa. Jika tidak dipersiapkan saat ini akan menjadi masalah yang akan datang.

"MoU ini akan lebih mendorong merealisasikan apa yang sudah dilakukan oleh pesantren. Ini juga menjegah jangan sampai terprovokasi dengan gerakan-gerakan radikalisme," pungkasnya.[beritajatim]