Tuesday, August 18, 2015

Menpora Halalkan Judi Bola, Ulama Se-Madura Marah

Menpora Halalkan Judi Bola, Ulama Se-Madura Marah

Seputar Timnas - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengeluarkan pernyataan kontroversial. Menteri asal Madura tersebut diprotes oleh beberapa tokoh ulama Se-Madura menyusual lontaran membolehkan judi bola di dunia sepakbola.

Pernyataan itu langsung menyulut reaksi karena dinilai sangat bertentangan dengan ajaran Islam. HR Ali Badri, salah satu tokoh masyarakat asal Madura sempat tak percaya dengan kabar tersebut.

“Awalnya saya tidak percaya, namun setelah mengikuti pemberitaan ternyata kabar itu benar,” ucapnya, Senin 17 Agustus 2015.

Kabar menghalalkan judi bola oleh menteri yang berasal dari Bangkalan dan berangkat dari partai berbasis Islam tersebut, langsung direspons Ali Badri dengan menggelar koordinasi bersama ulama se-Madura.


“Kultur masyarakat Madura, ulama merupakan tokoh panutan. Makanya saya langsung bertemu beberapa ulama kharismatik di Madura,” kata Ali Badri.

Dari beberapa pertemuan dia dengan ulama serta tokoh se-Madura, Ali Badri meminta Imam Nahrawi segera meminta maaf kepada Umat Islam secara terbuka atas pernyataannya. 

“Selain meminta maaf kepada umat Islam, dia (Menpora) harus meralat pernyataannya,” kata Ali Badri.

Penggemar olahraga berkuda ini menjelaskan, hasil koordinasi tuntutan itu mendapat dukungan ulama dan tokoh masyarakat lain asal Pulau Garam. Hal itu dibuktikan dengan keluarnya pernyataan sikap yang berisi beberapa poin penting untuk merespons pernyataan kontroversial Menpora tersebut.

Bererapa ulama dan tokoh Madura yang terlibat mengeluarkan pernyataan sikap antara lain, Kyai Ali Karrar Shinhaji, Kyai Nailurrahman, Kyai Ja'far Shodiq, Kyai Mahrus Abdul Malik, KH Taufiqurrahman, Kyai Nuruddin A.Rahman, HR Ali Badri Z, dan H Ach Zaini.

Sebelumnya, di Depok, Jawa Barat, dan di hadapan sejumlah guru besar Universitas Indonesia, 13 Agustus 2015, Imam menyatakan memperbolehkan judi asal tak sampai turut campur mengatur pertandingan maupun hasil.

"Silahkan berjudi bola, tapi jangan pernah cara berjudi masuk ke lapangan dan mengatur skor. Jika itu dilakukan, maka tidak akan ada sportivitas. Apa yang saya sampaikan apa adanya. Ini kami kuatkan setelah kami panggil mereka, semuanya ngaku, namun mereka tidak bisa lepas dari ancaman ini, itu," kata Imam kala itu.

Namun sehari kemudian, Imam membantah mendukung judi bola. Ia berjanji akan mengklarifikasi pernyataan sehari sebelumnya tersebut.

Berikut beberapa tuntutan para tokoh dan ulama Se-Madura kepada Menpora 
Imam Nahrawi:
  1. Menpora meralat statement tersebut melalui media eletronik maupun media online dan cetak.
  2. Agar segera minta maaf kepada umat Islam secara terbuka.
  3. Jadikan kasus ini sebagai pelajaran untuk tidak terulang kembali
  4. Agar pejabat tidak mengeluarkan statement-statement terkait kedudukan hukum agama yang jelas-jelas haram seperti judi, karena Menpora bukan kapasitasnya memberi statement seperti hal tersebut.[viva]