Friday, August 14, 2015

Menpora Blak-blakan Soal Mafia Judi Bola di tubuh PSSI

Menpora Blak-blakan Soal Mafia Judi Bola di tubuh PSSI

Seputar Timnas - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi membuka borok yang terjadi dalam dunia per sepakbolaan Indonesia. Kebijakan yang diambil dengan membekukan PSSI bukan karena ingin membunuh per sepakbolaan Indonesia.

"Saya justru ingin mengembalikan semangat fair play karena banyak persoalan di dalamnya," kata Imam saat acara Seminar dan Diskusi Nasional Kebijakan dan Langkah Strategis Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia Unggul di Balai Tirta, UI, Depok, Kamis (13/8/2015).

Dari hasil investigasi yang dilakukan pihaknya ternyata jiwa sportifitas dan fair play tidak muncul dalam perlombaan sepak bola Indonesia. Karena sebelum pertandingan dimulai sudah ketahuan siapa pemenangnya dan berapa kali kartu kuning akan diberikan wasit pada pemain.

"Kalau ada orang berdiri dan ada yang pakai topi dimiringin itu 'tanda' harus segera bikin gol. Sudah ketahuan siapa pemenang, berapa jumlah gol dan berapa kartu kuning yang akan dikeluarkan sebelum kick off," beber Imam.

Untuk itu, kata dia, diperlukan pula revolusi mental. Dia menduga ada mafia judi dalam dunia sepakbola Indonesia. Imam mengingatkan agar pemain judi bola jangan sampai 'masuk' ke area lapangan.

"Mereka silakan hanya sampai tribun saja. Jangan sampai masuk dan mengatur di lapangan," tegasnya.

Dengan kebijakan yang dilakukan saat ini, kata dia, pemerintah mendorong agar tidak terjadi dominasi. Yaitu dengan memperbanyak operator dan terlihat operator mana yang terbaik dan bisa menjalankan secara sportif. "Dengan banyaknya operator pemerintah akan leluasa menentukan operator mana yang baik," ucapnya.[merdeka]