Tuesday, August 18, 2015

Mahaka Akan Akomodasi Tuntutan Bonek 1927

Mahaka Akan Akomodasi Tuntutan Bonek 1927

Seputar Timnas - Pihak Mahaka Sports and Entertainment akhirnya angkat bicara soal permintaan Bonek 1927 yang meminta agar Persebaya Surabaya dicoret dari turnamen Piala Presiden.

Keikutsertaan Persebaya dalam Piala Presiden memang mengundang protes keras dari Bonek 1927. Kemarin, kubu Bonek 1927 diketahui sudah mengirimkan surat terbuka yang berisikan keluhan mereka.

Hari ini, Selasa 18 Agustus 2015, Bonek 1927 bertemu langsung dengan Mahaka di kantor Kemenpora. Mereka menyampaikan permintaan agar Persebaya yang kini mentas di Liga Super Indonesia (ISL) dicoret dari turnamen Piala Presiden karena merupakan klub kloningan.

Tak cuma menyampaikan permintaan tersebut, Bonek 1927 juga mengancam akan menggelar demonstrasi besar-besaran di kantor grup Mahaka Surabaya jika keinginan mereka tak diakomodir.

"Saat ketemu BOPI, saya memang diberikan gambaran mengenai Persebaya dan Arema (Cronus). Tapi, saya berpikir prosesnya kan sudah masuk pengadilan. Belum ada putusan inkrah. Ini juga sebuah turnamen, bukan kompetisi. Jadi, apa dasar saya memutuskan klub salah atau benar. Mungkin, BOPI punya penilaian yang berbeda," kata CEO Mahaka, Hasani Abdulgani, kepada wartawan.

Meski begitu, Hasani menyatakan akan tetap mengakomodir permintaan Bonek 1927. Hal ini dilakukan agar tercipta kondisi yang menguntungkan untuk semua pihak.

"Kami tampung (pendapat Bonek 1927). Jalan keluarnya akan dicari. Kami bicara di episode berikutnya soal jalan keluar ini," tutur Hasani.

Jika Persebaya dicoret, maka jumlah peserta Piala Presiden akan berkurang menjadi 15 tim. Kondisi tersebut, menurut Hasani, akan sangat merugikan pihak Mahaka.

Dia pun berharap agar semua pihak bisa bersikap bijak dalam menanggapi persoalan Persebaya. "Pastinya akan ada pengaruh besar di sponsor. Kami tak mau rugi. Jadi promotor itu, untung saja sudah bersyukur. Terkadang, kami harus buntung. Harapannya ada kebijaksanaan," tutur Hasani.

Tak cuma sekarang, kasus dualisme Persebaya sebelumnya menjadi 'ganjalan' PSSI untuk menggelar kompetisi ISL 2015. BOPI tak merekomendasikan Persebaya ikut dalam ISL 2015.

Namun, PSSI tak peduli dengan imbauan BOPI. Dan akhirnya, masalah ini berujung pada dihentikannya kompetisi ISL karena masalah rekomendasi izin yang tak dikeluarkan BOPI serta pihak kepolisian.

"Gue nyesel juga jadi panitia," canda Hasani. "Tapi, kalau Mahaka bisa mengurai benang kusut ini, maka ada kebanggaan juga," kata Hasani.[viva]