Saturday, August 29, 2015

Kemenpora: PSSI Jangan Domplengi Piala Presiden


Seputar Timnas - PSSI dianggap tidak berhak mendompleng dengan memasang atributnya di turnamen Piala Presiden 2015. Sebab, Piala Presiden merupakan salah satu turnamen yang diinsisiasi oleh Tim Transisi bentukan Kemenpora pasca-pembekukan PSSI, dengan menunjuk promotor turnamen Mahaka Sports.  

Lebih ironi lagi, PSSI di bawah pimpinan La Nyalla Mattalitti yang belum diakui, sebelumnya sempat mengancam akan mengeluarkan peringatan keras kepada semua klub yang terdaftar sebagai anggotanya, jika mengikuti turnamen apa pun di luar otorisasi PSSI.

“Seperti Piala Kemerdekaan, Piala Presiden merupakan turnamen yang diinisiasi Tim Transisi. Kenapa dulu mengancam, sekarang malah mau mendompleng,” ujar Staf Khusus Bidang Olahraga Kemenpora, M. Khusen Yusuf menanggapi pihak-pihak yang mempersoalkan pelarangan atribut PSSI dipasang di sekitar arena turnamen Piala Presiden, dalam siaran persnya, Jumat (28/8).

Menurut Khusen, pelarangan pemasangan atribut PSSI di turnamen yang akan dibuka pada 30 Agustus 2015 tersebut, merupakan konsekuensi dari kesepakatan yang dibuat oleh Badan Organisasi Profesional Indonesia (BOPI) dengan Mahaka Sports selaku promotor turnamen. 

Seperti disampaikan Direktur Utama Mahaka Sports, Hasani Abdulgani kepada media, pihaknya memang sudah berjanji untuk tidak menampilkan segala atribut yang berbau PSSI dalam turnamen supaya netral.

Pelarangan pemasangan atribut PSSI, lanjut Khusen mengutip pernyataan Sekjen BOPI Heru Nugroho, juga dilarang masuk dalam kontrak kerjasama dengan perangkat pertandingan, seperti wasit.  Kalaupun Mahaka menggunakan wasit PSSI, maka kontrak tersebut harus bersifat pribadi dan tidak melibatkan lembaganya.

“BOPI sudah menegakkan hasil kesepakatan yang mengacu pada konsekuensi adanya pembekuan PSSI oleh pemerintah. Jadi sudah benar jika BOPI melarang pemasangan atribut PSSI di turnamen Piala Presiden,” kata Khusen.[republika]