Friday, August 21, 2015

Demi Piala Presiden, Persebaya Siap Ganti Nama

Demi Piala Presiden, Persebaya Siap Ganti Nama

Seputar Timnas - Mahaka Sports and Entertainment akhirnya bisa bernapas lega. Pasalnya, izin untuk menggelar Piala Presiden pada 30 Agustus 2015 mendatang telah resmi dikeluarkan oleh Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Akan tetapi, izin tersebut tidak mudah mereka dapatkan. Perdebatan cukup alot dengan pihak BOPI terkait keikutsertaan Arema Cronus dan Persebaya sempat menjadi penghalang izin menggelar pertandingan diterbitkan.

BOPI menuntut Mahaka untuk merayu Persebaya mengganti nama, karena adanya tuntutan dari Bonek 1927 yang mengklaim bahwa klub pimpinan I Gede Widiade tersebut merupakan Persebaya palsu.

"Kemarin perdebatan cukup alot, saya datang jam 2 sampai jam 6. Saya, BOPI, dan Mas Gede bicara lewat sambungan telepon dan akhirnya sepakat Persebaya mau ganti nama," kata CEO Mahaka, Hasani Abdul Gani.

Hasani mengatakan pihaknya berterima kasih juga kepada Persebaya karena mau ganti nama. "Sebelumnya saya bicara juga sama Mas Gede, dan tujuannya memang mau menyelamatkan sepakbola Indonesia," jelas dia.

Sementara untuk Arema Cronus, pihak BOPI menuntut mereka tidak menggunakan PT Arema Indonesia. Hal ini merupakan masalah lama yang juga menjadi penghalang mereka ketika BOPI melakukan verifikasi jelang Indonesia Super League 2015 lalu.

Namun, Hasani mengatakan hal itu bukan masalah yang berat, karena pihak Singo Edan sendiri siap berganti nama perusahaan untuk sementara waktu demi berjalannya turnamen Piala Presiden.

"Kalau untuk Arema memang tidak boleh pakai nama PT Arema Indonesia. Tapi saya tanya kalau PT Arema Cronus apa boleh? Jawabannya boleh, tapi nanti mereka tidak bisa jadi panpel pertandingan, jalan keluarnya kami yang nanti ambil alih," tutur Hasani.[viva]