Tuesday, August 25, 2015

Akan Didemo Bonek, Mahaka Serahkan ke Kepolisian


Seputar Timnas - CEO Mahaka Sports and Entertainment, Hasani Abdul Gani, mengaku tetap akan menjalankan pelaksanaan turnamen Piala Presiden pada 30 Agustus 2015 mendatang meski mendapatkan ancaman dari Arek Bonek 1927. Hasani mengaku akan menyerahkan sepenuhnya ancaman tersebut kepada pihak Kepolisian.

Kelompok suporter Persebaya 1927 telah menegaskan akan melakukan aksi demo dengan menduduki kantor-kantor perusahaan Mahaka yang berada di Surabaya. Alasannya, mereka tidak rela Persebaya United, sebagai klub yang dinilai abal-abal diikutsertakan dalam Piala Presiden.

Polemik dualisme Persebaya antara kepengurusan I Gede Widiade dan Saleh Mukadar sejak 2011 silam tersebut memang tak kunjung usai. Bahkan yang terakhir, akibatnya ialah kompetisi Indonesia Super League 2015 pada April lalu batal bergulir karena BOPI tidak memberikan rekomendasi kepada Persebaya milik Gede Widiade untuk ikut serta.

Akan tetapi, jelang pelaksanaan Piala Presiden, BOPI kemudian memberikan izin kepada Mahaka untuk mengikutsertakan Persebaya milik Gede Widiade asal mereka berganti nama. Kemudian, atas kesepakatan bersama, muncullah nama Persebaya United untuk menggantikan Persebaya Surabaya.

Namun, karena alasan faktor historis, Arek Bonek 1927, tetap tidak mau menerima keputusan tersebut. Terakhir mereka menyatakan akan bergerak melakukan demonstrasi selama tiga hari berturut-turut terhitung sejak Jumat 28 Agustus 2015.

"Saya sih mengharapkan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Toh ini sama-sama buat kita," tutur Hasani saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa 25 Agustus 2015.

Hasani sendiri mengakui tidak akan berusaha menghalangi keinginan Arek Bonek 1927 menggelar aksi demonstrasi. Hanya saja, jila nantinya aksi tersebut merugikan pihaknya, tentu dia berharap Kepolisian dapat bertindak sesuai dengan kewajibannya.

"Saya pikir sebagai warga negara, dan perusahaan kami berdomisili di Indonesia, maka kami perlu proteksi juga dong dari negara," ujar dia.[viva]