Friday, July 3, 2015

Ada Kongkalikong Apa Antara Djohar & Menpora?

Ada Kongkalikong Apa Antara Djohar & Menpora?

Seputar Timnas - Keputusan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora), Imam Nahrawi, yang tidak mengakui kepengurusan PSSI pimpinan La Nyalla Mahmud Mattalitti, hingga kini masih saja menimbulkan pertanyaan di benak banyak kalangan. 

Bagaimana tidak, setelah mengambil keputusan untuk membekukan PSSI lantaran dianggap tidak profesional dan penuh dengan kebusukan, Menpora nyatanya malah melakukan manufer yang jauh lebih mengejutkan.

Salah satu langkah mengejutkan yang diambil Menpora dalam mencampuri urusan sepak bola Indonesia adalah dengan kembali menggandeng erat Djohar Arifin Husin yang merupakan mantan pimpinan PSSI tahun 2011/2015. Padahal, hal ini jelas tidak bisa dibenarkan bila melihat semua dalih yang Menpora pada saat memantapkan diri masuk mencampuri urusan sepak bola nasional.

Bagaimana tidak, semua kegagalan sepak bola Indonesia di berbagai kompetisi internasional yang kemudian dianggap sangat memalukan, nyatanya malah terjadi di era kepemimpinan Djohar. Maka sangat wajar, bila kemudian banyak yang mempertanyakan, apa sebenarnya pertimbangan Menpora dengan kembali menggandeng Djohar yang masa kepemimpinannya dianggap gagal secara tidak langsung oleh Menpora?

Bahkan, sangat wajar bila kemudian Ketua Asosiasi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jackson Kumaat, beranggapan kalau Menpora sebenarnya tidak memiliki niatan baik untuk membenahi sepak bola Indonesia. Jackson beranggapan, seandainya Menpora benar mimiliki niatan baik untuk membenahi sepak bola, kenapa tidak menggandeng La Nyalla yang secara nyata dipercaya oleh semua anggota PSSI di daerah dan FIFA untuk memimpin federasi sepak bola Indonesia.

''Bukannya memperbaiki sepak bola Indonesia, ini malah Menpora melakukan hal yang di luar nalar orang sepak bola yang normal, bahkan di luar nalar manusia. Baru saja mengundang Djohar Arifin sebagai ketua umum. Jelas-jelas dia ketua umum yang sudah selesai masa tugasnya. Sungguh ini keputusan di luar nalar sepak bola. Sangat tidak sportif,'' tegas Jackson.

Pertanyaan yang kemudian keluar dari kepala Jackson tentunya sangat beralasan. Bila melihat dari salah satu catatan kritik Menpora soal PSSI yang dianggap telah mencederai sepak bola dengan keberadaan mafia, maka seharusnya Djohar layak untuk dituding sebagai pihak yang paling bertanggung jawab.

Misalnya kasus sepak bola gajah yang terjadi dalam pertandingan PSS Sleman vs PSIS Semarang. Secara nyata, jelas bisa dibuktikan kalau kejadian memalukan bagi sepak bola Indonesia tersebut terjadi saat Djohar Arifin Husin masih menjabat sebagai Ketua PSSI. 

Maka, bila Menpora benar-benar memiliki niatan baik untuk membenahi sepak bola, bukankah seharusnya ia menjauhkan semua pihak yang memiliki sejarah kelam untuk kembali bersinggungan dengan sepak bola? Lalu kenapa Djohar yang digandengnya?[sindonews]