Wednesday, June 10, 2015

Inilah Rapor Permainan Timnas U-23 Usai Bungkam Filipina Semalam

Inilah Rapor Permainan Timnas U-23 Usai Bungkam Filipina Semalam

Seputar Timnas - Tim nasional Indonesia U-23 berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Filipina pada laga ketiga SEA Games 2015 hari Selasa, 9 Juni 2015. Bagaimana rapor permainan "Garuda Muda"?

Dua gol cepat Evan Dimas dalam 15 menit awal pertandingan memastikan Indonesia meraih kemenangan penting dalam perebutan tiket ke semifinal, akan menghadapi Singapura di laga terakhir Grup A tiga hari ke depan.

Meski mendominasi dengan permainan cepatnya di awal babak pertama, performa timnas U-23 langsung merosot tajam pada paruh kedua. Gelombang serangan Filipina mampu menembus lini tengah dengan mudah, membuat sorotan ke arah barisan ini.

Berikut rapor permainan tim nasional Indonesia U-23 usai meraih kemenangan 2-0 atas Filipina dalam lanjutan SEA Games semalam, sebagaimana dilansir VIVA.co.id:

Teguh Amirudin: 7
Tampil baik pada pertandingan ini. Tercatat ada tiga peluang emas Filipina sukses digagalkan oleh penjaga gawang yang satu ini. Tenang menghadapi gelombang serangan Filipina dalam 20 menit akhir babak kedua.

Vava Mario Zagalo: 7
Sangat rajin melakukan penetrasi untuk membantu serangan. Berkali-kali pergerakannya mampu membuka ruang di lini belakang lawan. Namun, ruang di sisi kanan kerap bolong karena Vava sering telat turun kembali.

Agung Prasetyo: 7
Kembali tampil kokoh di laga keduanya di SEA Games, setelah laga melawan Kamboja. Agung memiliki insting bagus untuk memotong serangan lawan dan mampu memotong bola udara dengan tinggi badannya. Kombinasinya dengan Hansamu pun cukup memuaskan.

Hansamu Yama Pranata: 6,5
Setelah penampilan mengecewakan di laga perdana, yang membuat Hansamu dicadangkan lawan Kamboja, eks bek tengah timnas U-19 itu mampu mengisi posisi Manahati Lestusen yang dirotasi Aji. Berkali-kali menghentikan serangan lawan saat Filipina terus menekan di 20 menit terakhir.

Abduh Lestaluhu: 6,5
Pada paruh pertama, kecepatannya di sisi kanan kerap menyulitkan lawan. Rajin dan tenang mengisi sisi pertahanan timnas U-23 saat terus diserangan pada paruh kedua, saat Vava sedang maju membantu serangan.

Adam Alis: 6,5
Mampu menusuk dan juga rajin membantu pertahanan. Namun, terlalu sering bermain terburu-buru menekan ke  sisi tengah dan juga kerap menekan sendirian, padahal bisa melakukan kombinasi dengan rekannya. Eksekusi akhirnya pun kembali gagal menemukan sasaran.

Zulfiandi: 6,5
Setelah tampil bagus selama 60 menit awal, performanya langsung melorot tajam. Kecepatan pemain Filipina kerap sulit dihentikan oleh Zulfiandi, dan mendapat kartu kuning akibat pelanggaran tak penting.

Evan Dimas: 7,5
Pencetak dua gol kemenangan Indonesia atas Filipina, satu lewat kontrol dan penetrasi yang tenang lalu diikuti sentuhan menyambut umpan datar. Evan menjadi otak permainan timnas U-23 sepanjang pertandingan. Pola permainan Indonesia langsung turun ketika Evan ditarik keluar.

Paulo Sitanggang: 7
Salah satu motor permainan timnas U-23 saat mengalahkan Filipina semalam. Selalu merepotkan lini pertahanan lawan dan rajin berpindah dari kanan, kiri, atau bergerak di tengah lapangan. Sayang, tendangan spekulasinya masih jauh dari target.

Ahmad Noviandani: 6,5
Kecepatan Dani masih terlihat pada laga semalam. Namun, kali ini kelebihan individunya mulai terbaca oleh lawan sehingga kerap disergap beberapa pemain. Dani juga beberapa kali membuang peluang mencetak gol.

Muchlis Hadi Ning Syaifulloh: 6
Memberikan assists penting yang berbuah gol pertama Evan Dimas. Namun, sebagai penyerang Muchlis terlalu banyak diving dan terlalu mudah jatuh saat memiliki peluang bagus.

Pemain Pengganti:

Wawan Febriyanto: 5,5
Dimasukan Aji untuk kembali menghidupkan permainan timnas U-23 yang mulai tertekan oleh serangan-serangan lawan. Tetapi Wawan gagal mengulangi penampilannya ketika mencetak satu gol ke gawang Kamboja.

Hargianto: 5,5
Gagal tampil memuaskan saat menggantikan Ahmad Noviandani. Sering kalah perebutan bola di lini tengah karena kalah postur tubuh dan terlihat kurang gereget. Hagi juga kurang sabar dalam membangun serangan, sering mencoba tendangan spekulasi.

Ilham Udin Armaiyn: 5,5
Sama dengan Wawan, Ilham gagal memercik serangan di lini depan timnas. Meski beberapa kali tusukannya menembus pertahanan lawan namun umpannya selalu gagal menemui sasaran, sehingga peluang terbuang.[viva]