Wednesday, June 3, 2015

Ini Rapor Permainan Timnas U-23 Usai Dihajar Myanmar


Seputar Timnas - Tim nasional Indonesia U-23 dipaksa menelan pil pahit pada laga pertama mereka di SEA Games 2015 usai dihantam Myanmar 2-4 pada laga hari Selasa, 2 Juni 2015. Berapa rapor para pemain "Garuda Muda"?

Bermain di rumput sintetis yang melapisi Jalan Besar Stadium, Indonesia sempat kesulitan beradaptasi. Umpan-umpan sering salah dan juga para pemain kerap kesulitan kontrol bola.

Myanmar sendiri bermain agresif dengan pola bola-bola panjang langsung ke depan. Hasilnya, Shine Thura, Thu Aung, dan Nay Lin Tun berhasil mencetak gol selama 90 menit. Sementara Indonesia hanya bisa membalas lewat Abduh Lestaluhu dan Ahmad Noviandani.

Beberapa pemain tampil menonjol, namun tidak meratanya penampilan timnas U-23 membuat skuad "Garuda Muda" kerap kesulitan. Berikut rapor para pemain tim nasional U-23 usai kekalahan di laga pertama SEA Games, versi VIVA.co.id:

Muhammad Natshir: 3,5
Membuat beberapa penyelamatan yang cukup penting tapi tak bisa menghindarkan Indonesia dari empat gol yang bersarang ke gawangnya.

Syaiful Indra Cahya: 4
Bermain cukup baik di sisi kanan pertahanan Indonesia dalam penyerangan. Tetapi, Syaiful masih kerap keteteran hadapi kecepatan pemain Myanmar.

Hansamu Yama Pranata: 3
Setelah dua kali kebobolan di babak pertama, Hansamu elakukan kesalahan fatal yang berbuah gol ketiga Myanmar. Berusaha melewati lawan, bola malah terebut di daerah sendiri dan berbuah gol.

Manahati Lestusen: 4,5
Menjadi pemimpin lini belakang Indonesia dan beberapa kali terlibat duel penting dengan lawan. Salah satu pemain yang menonjol sepanjang pertandingan kontra Myanmar.

Abduh Lestaluhu: 4,5
Sering membuat kesalahan di awal pertandingan, tetapi penampilan Abduh perlahan mulai stabil. Bahkan, ia berhasil mencetak gol indah dari sisi kiri kotak penalti lawan dengan tendangan melengkung.

Evan Dimas: 4
Tidak terlihat pada babak pertama, gol Myanmar tercipta karena bola memantul dari kakinya dan jatuh ke pemain lawan. Sepertinya, Evan tampil penuh beban dan masih belum bisa menjadi kunci permainan timnas U-23 di lini tengah.

Zulfiandi: 4
Diplot sebagai penghenti serangan lawan di lini tengah, jebolan timnas U-19 ini masih kerap kesulitan hadapi agresifitas lawan. Tak heran, Zul lalu ditarik saat laga memasuki satu jam.

Adam Alis: 4,5
Sering membuat kesalahan di awal dan mulai bisa berkembang di sisa pertandingan. Meski tampil cukup baik, Adam kerap kurang sabar dalam membangun serangan dan malah memaksakan untuk menerobos meski penjagaan lawan begitu ketat.

Ahmad Noviandani: 5
Salah satu penyerang Indonesia yang menonjol dalam pertandingan kontra Myanmar. Skill individu dan kecepatannya jadi momok bagi lini belakang lawan. Gol kedua timnas U-23 lahir dari kakinya.

Muchlis Hadi: 4,5
Menjadi ujung tombak penyerangan, Muchlis sempat membuang beberapa peluang bersih. Namun, kegigihan dan kengototan Muchlis, ketika rekan-rekannya mulai drop, pantas diberikan kredit lebih.

Wawan Febriyanto: 4
Tak banyak memberikan kontribusi selama 67 menit di atas lapangan, baik dari segi penyerangan maupun pertahanan.

Pemain Pengganti:

Yandi Sofyan: 4
Masuk menggantikan Zulfiandi di paruh kedua dan diharapkan membuat gebrakan. Sayang, Yandi gagal mencetak gol. Peluang terbaiknya ketika sundulan Yandi melayang tipis di atas mistar.

Ilham Udin Armaiyn: 4
Diharapkan mampu menggantikan sosok Wawan di sayap serangan Indonesia, namun Ilham terus dikunci oleh dua sampai tiga pemain lawan. Selain itu, Ilham juga sering memaksakan tampil secara individu.

Paulo Sitanggang: 4
Masuk menggantikan Noviandani 10 menit jelang laga usai. Meski tampil di akhir laga, Paulo sempat menyuntikan tenaga baru namun tak mampu memberikan gol.[viva]