Friday, June 12, 2015

Fachry Husaini Tuntut Solusi Dari Pemerintah


Seputar Timnas - Usai dijatuhinya sanksi FIFA kepada Indonesia, kini nasib persepakbolaan Tanah Air semakin mendekati kemuraman. Tim nasional U-16 dan U-19 yang diproyeksikan untuk tampil di ajang Piala AFF mesti menerima kenyataan pahit harus dibubarkan.

Perjuangan 52 anak yang dalam waktu lebih dari satu tahun belakangan berlatih keras di bawah arahan pelatih Fachry Husaini harus sia-sia. Kebanggaan memakai seragam merah putih harus sirna hanya karena permasalahan yang melibatkan PSSI dan Menpora Imam Nahrawi.

Sama halnya dengan para pemain, Fachry sebagai juru taktik pun tak mampu menahan kekecewaannya. Beban berat memberi penjelasan kepada anak asuhnya menjadi tugas utama yang diemban.

"Saya juga sulit untuk menyampaikan berita ini ke anak-anak (Timnas U-16 dan U-19), karena hingga tadi malam kami masih berkomunikasi," ungkap Fachry saat ditemui wartawan di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Jumat 12 Juni 2015.

Lebih jauh, pria berusia 49 tahun itu meminta pertanggungjawaban dari menpora untuk mencari solusi dari masalah yang ada sekarang ini. Menurut dia, sanksi FIFA yang diterima Indonesia tidak terlepas dari kebijakan menpora yang mengeluarkan SK pembekuan kepada PSSI.

"Sekarang solusi apa yang mereka tawarkan untuk anak-anak U-16 dan U-19, yang sudah berkorban banyak. Berpisah dari orang tua, sekolah mereka, dan sekarang hilang kesempatan mereka karena situasi ini," tutur Fachry.[viva]