Tuesday, June 9, 2015

Deretan Dugaan Korupsi PSSI Dilaporkan ke KPK

Deretan Dugaan Korupsi PSSI Dilaporkan ke KPK

Seputar Timnas - Komunitas Suporter Antikorupsi (KORUPSSI) akan melaporkan dugaan korupsi oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia ke Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin siang (8/6). KORUPSSI menuding pola korupsi di PSSI mirip dengan skandal korupsi di Federasi Sepakbola Internasional (FIFA).

Seperti diberitakan sebelumnya, menjelang Kongres FIFA, sembilan petinggi FIFA ditangkap Biro Intelijen AS FBI dengan berbagai tudingan korupsi, antara lain penggelapan pajak, suap, dan pencucian uang. Seluruhnya berujung pada pemblokiran rekening FIFA oleh FPI.

“Pada level Indonesia, peta korupsinya hampir sama bahkan cenderung lebih parah karena terdapat korupsi APBN di dalamnya,” kata Parto dari KORUPSSI dalam keterangan tertulis.

Pola korupsi di PSSI, ujar Parto, melingkupi pengaturan skor, jual beli pertandingan, judi sepak bola, pengemplangan pajak, klub tanpa Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan lain-lain. “Itu sudah menjadi rahasia umum. Terbukti dengan adanya sepak bola gajah. Tapi karena penegak hukum belum bertindak, maka korupsi sepak bola itu tidak tersentuh,” ujar Parto.

Selain itu, Parto menilai laporan keuangan PSSI amat tertutup, baik soal dana yang mereka dapat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, hak siar pertandingan, dan sponsor.

Padahal, kata Parto, PSSI adalah badan publik. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan Komisi Informasi Pusat bahkan mewajibkan PSSI untuk membuka laporan keuangannya terkait kontrak lembaga itu dengan stasiun televisi terkait hak sial Tim Nasional U-19, Timnas U-23, dan Timnas Senior.

PSSI juga diminta membuka rincian laporan soal pengelolaan dana hak siar dan kerjasama sponsorship, hasil audit keuangan atas lembaga itu, dan anggaran penyelenggaraan Kongres PSSI.

“Untuk itu hari ini kami melaporkan skandal korupsi PSSI ke KPK. Kami berharap ini dapat ditindaklanjuti agar sepakbola Indonesia kembali bersih dan berprestasi,” kata Parto.

Secara terpisah, PSSI membantah seluruh tudingan korupsi tersebut. PSSI beranggapan pemerintah tidak adil dalam memperlakukan mereka. [CNN Indonesia]