Friday, May 22, 2015

Tim Transisi: Sanksi FIFA Bukanlah Kiamat Sepakbola

Tim Transisi: Sanksi FIFA Bukanlah Kiamat Sepakbola

Seputar Timnas - Tim Transisi dalam waktu dekat akan berangkat ke markas Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) di Zurich, Swiss. Tim yang diketuai oleh Bibit Samad Riyanto ini akan berusaha untuk menyakinkan FIFA untuk tidak menjatuhkan sanksi kepada Indonesia.

Bibit mengatakan, dia telah mengusulkan sejumlah nama kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi. Selain Bibit, anggota Tim Transisi yang kemungkinan berangkat adalah Cheppy T. Wartono, Francis Wanandi, Zuhairi Misrawi dan Ricky Yacobi.

"Kami akan memberangkatkan tim ke FIFA, atas persetujuan Menpora. Kami akan menjelaskan duduk permasalahan seluruh persoalan dan road map persepakbolaan Indonesia," ujar Bibit kepada wartawan di kantor Kemenpora.

"Kami masih menunggu visa (untuk berangkat). Dari tim transisi, kami mengusulkan lima orang. Nanti terserah Menteri mau memberangkatkan berapa. Mudah-mudahan tidak ditolak. Kalau ditolak, ya nasib," ia menambahkan.

Saat ini, masa depan sepakbola Indonesia berada di ujung tanduk. Jika akhirnya disanksi FIFA, jelas akan banyak kerugian yang diderita. Salah satunya adalah batalnya tim nasional Indonesia U-23 ikut ambil bagian di SEA Games 2015.

"Itu satu risiko untuk memperbaiki persepakbolaan Indonesia yang harus kita tanggung. Itu (sanksi FIFA) bukan berarti sebuah kiamat buat sepakbola Indonesia," kata Bibit. 

Namun, Bibit mengaku akan berusaha untuk mengubah pemikiran FIFA agar tidak menjatuhkan sanksi. "Apakah kami berhasil mengubah pemikiran FIFA setelah tahu keadaan yang sebenarnya, kita akan lihat hasilnya nanti. Apakah bener di sanksi, dihukum atau tidak diakui, itu suatu risiko," tuturnya.[viva]