Sunday, May 24, 2015

Manajer Timnas U-23 Tolak Uang Saku, Kemenpora: Itu Hak Atlet dan Pelatih

Manajer Timnas U-23 Tolak Uang Saku, Kemenpora: Itu Hak Atlet dan Pelatih

Seputar Timnas - Manajer Timnas Indonesia U-23, Gede Widiade, mengaku tidak mengambil uang saku pemain dan pelatih yang disediakan pemerintah. Gede menyebut kalau tim yang dipersiapkan untuk tampil di SEA Games itu sudah punya anggaran sendiri.

Cabor sepakbola SEA Games 2015 di Singapura tinggal kurang dari dua pekan lagi akan memainkan laga pertama. Timnas U-23 akan menghadapi Myanmar di laga perdana Grup A pada 2 Juni mendatang, yang berlangsung di Stadion Jalan Besar.

Namun, hingga kini Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) masih belum menerima nomor rekening atlet dan ofisial dari tim sepakbola.

Padahal, uang saku dan akomodasi itu merupakan hak atlet, pelatih, dan ofisial, yang sudah disiapkan sejak awal oleh pemerintah. 

‎"Sudah kok (honor pemain timnas U-23 sudah turun). Cuma cabor sepakbola sudah ada anggaran dari awal, dan tidak diambil supaya bisa dimanfaatkan untuk keperluan yang lebih penting oleh pemerintah," kata manajer timnas u-23, Gede Widiade, lewat pesan singkatnya kepada detikSport, Jumat (22/5). 

Sementara itu, ketika dikonfirmasi terpisah. Deputi IV Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Djoko Pekik, membenarkan hal tersebut. Dia juga menjelaskan bahwa uang saku dan akomodasi adalah hak dari atlet serta pelatih.

"Laporan dari Kasatlak, sepakbola memang belum memberikan nomor rekeningnya. Silakan saja manajer tidak mau terima uang negara, tapi atlet dan pelatih tetap berhak menerima," katanya dari Teheran.

"Prinsipnya kewajiban negara kepada tim tetap akan kami siapkan dan kami berikan semua. Seperti uang saku atlet perbulan Rp 5.5 juta, board and loging perhari Rp 400 ribu. Sementara untuk pelatih, pemerintah menyiapkan dana perbulannya Rp 9,5 juta ditambah board and loging Rp 400 ribu per hari. Itu terhitung SK (Surat Keputusan) perbulan April," jelasnya. 

"Demikian juga hak-hak mereka saat berangkat ke Singapura nanti akan kami siapkan dan kami berikan termasuk bonus jika meraih medali."

"SEA ‎Games ini disiapkan bertanding untuk Indonesia. Jadi hal kontingen harus diterimakan karena mereka diberi kewajiban untuk mencapai hasil terbaik yakni target perak. Syukur bisa lebih."

Senada, koordinator cabang permainan Satlak Prima, Mimi Irawan, berharap timnas u-23 mau menerima bantuan pemerintah karena itu merupakan hak dari setiap atlet. 

"Ya kami masih minta timnas U-23 mau menerima karena itu hak mereka. Tapi sampai sekarang memang nomor rekeningnya belum diberikan (ke Satlak) jadi bagaimana mau ditransfer," ungkapnya.[detik]