Wednesday, May 27, 2015

Jaksa Agung AS: Korupsi FIFA Sistematis dan Mengakar

Loretta-Lynch
Seputar Timnas - Jaksa Agung Amerika Serikat (AS), Lorretta Lynch, menyatakan korupsi di tubuh FIFA sangat sistematis dan mengakar. Tidak hanya di pusat namun juga sudah merambat hingga ke negaranya.

"Korupsi yang mereka lakukan sedikitnya sudah terjadi dalam dua periode kepemimpinan FIFA. Mereka menggunakan jabatannya untuk mendapatkan miliran dolar melalui suap dan gratifikasi," tegas Lycnh.

Lycnh menegaskan lebih lanjut pihaknya sedang membidik sembilan pejabat dan lima direktur FIFA yang terindikasi melakukan korupsi.

"Apa yang mereka lakukan melukai jutaan pencinta sepakbola mulai dari pemain, pemerintah, asosiasi sepakbola, hingga penonton di rumah," lanjutnya.

Kejaksaan Agung AS akan meneruskan penyidikan korupsi di tubuh FIFA, usai penggerebakan enam petinggi FIFA oleh Polisi Swiss di Hotel Baur au Lac, Rabu (27/5) subuh waktu setempat.

Keenam tersangka itu adalah Jeffrey Webb, Eugenio Figueredo, Jack Warner, Eduardo Li, Julio Rocha, Costas Takkas, Rafael Esquivel, Jose Maria Marin, dan Nicolas Leoz. Mereka selanjutnya akan diekstradisi ke Amerika Serikat (AS) untuk menjalani kasusnya.

Sementara Presiden FIFA, Sepp Blatter, sejauh ini dinyatakan bersih.

Direktur Komunikasi FIFA, Walter De Gregorio, menyatakan Blatter sama sekali tidak tahu dan tidak terlibat dalam penggerebekan enam petinggi FIFA.

"Dia sama sekali tidak tahu dan tidak terlibat, bahkan Blatter bersikap tenang saat penangkapan," jelas Walter menjawab pertanyaan wartawan. Hal itu disampaikan Walter dalam konferensi pers di Kantor Pusat FIFA beberapa jam setelah penangkapan.[berita satu]