Tuesday, March 3, 2015

TC Akhir, Timnas U-22 Matangkan Pola Permainan


Seputar Timnas - Persiapan tim nasional (timnas) Indonesia U-22 menghadapi kualifikasi Piala Asia sudah memasuki tahap akhir. Berbagai perbaikan pun dilakukan oleh Pelatih Timnas U-22, Aji Santoso, agar pasukannya bisa tampil maksimal pada turnamen tersebut.

Saat ini timnas U-22 sedang menjalani pemusatan latihan (TC) tahap ketiga di Lapangan Sutasoma 77, Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Manahati Lestusen Cs akan digembleng selama hampir sebulan sebelum tampil di kualifikasi Piala Asia, 27 hingga 31 Maret 2015.

Fokus TC tahap ketiga ini adalah menemukan tim utama. Aji juga bermaksud untuk memoles permainan Garuda Muda agar lebih matang. "Ya, saat ini lebih fokus ke pola bermain. Anak-anak harus kuat dalam penguasaan bola. Jangan cepat hilang. Saya juga ingin pemain lebih jeli dalam melakukan running pass. Ini yang kami asah terus di sisa waktu yang ada."

Timnas U-22 akan menjalani satu kali uji coba sebelum berkiprah pada kualifikasi Piala Asia. Mereka bakal menjajal kekuatan Vietnam di Hanoi Stadium, 9 April 2015.

Jelang laga ini, pelatih 44 tahun tersebut melakukan evaluasi besar-besaran di dalam skuadnya. Dia pun sengaja menggelar sesi 'kuliah' dengan para pemain sebanyak satu hingga dua kali selama satu pekan.

"Permainan tim saat melawan Malaysia sudah mulai matang dan bagusnya bisa menang," jelas Aji.

"Tapi, tetap masih ada kekurangan. Apalagi, pemain sudah lama tak berkumpul. Selain latihan di lapangan, kami juga menggelar visualisasi video di kelas. Video yang ditayangkan adalah permainan mereka dan tim-tim Eropa," sambung Aji.

Ada misi khusus yang diusung Aji saat memutuskan untuk menggelar sesi ini. Salah satunya adalah memberikan pemahaman kepada para pemain tentang teknik passing yang benar.

Setelah itu Aji akan meminta anak-anak asuhnya untuk mempraktekkannya di atas lapangan. Andai ada yang salah, maka pelatih yang pernah membesut Persema Malang ini tak segan-segan untuk "menyemprot" pemainnya.

"Passing dari bek ke gelandang dan gelandang ke striker itu pasti beda. Pemain harus paham dan mengerti. Jika hal ini sudah bisa dipahami, pola bermain pasti akan lebih variatif. Sekarang, kalau di prakteknya sekali salah, pasti saya stop. Masih butuh waktu agar level bermain tim meningkat," ujar Aji.[viva]