Friday, March 27, 2015

Piala Asia U-23: Ini Kekuatan Lawan Timnas di Grup H


Seputar Timnas - Timnas Indonesia akan tampil di babak penyisihan Grup H, Piala Asia U-23, 2016 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), mulai 27-31 Maret 2015. Grup ini juga dihuni tiga negara lain, yakni Brunei Darussalam, Timor Leste, dan Korea Selatan.

Di laga perdana, Indonesia akan bertemu Timor Leste, Jumat, 27 Maret 2015. Dua hari berikutnya Tim Garuda Muda besutan Aji Santoso akan menjajal Brunei Darussalam. Sedangkan di laga pamungkas, Timnas akan berhadapan dengan Korea Selatan U-23.

Di atas kertas, peluang Indonesia lolos ke babak berikutnya cukup besar. Sebab, dari tiga tim yang akan dihadapi, Korea Selatan, tercatat sebagai lawan terkuat. Namun seperti apa kekuatan masing-masing lawan Tim Garuda? Berikut ini adalah gambarannya:

Korea Selatan
Skuad Taegeuk Warriors bisa dibilang sebagai favorit di grup ini. Skuad yang dimiliki Korea terbilang luar biasa.

Meski tak akan diperkuat Ryu Seung-woo, pemain yang tampil di Liga Jerman, kekuatan Korea diyakini tak akan berkurang. Masih ada sejumlah pemain yang tampil di Liga Jepang dipanggil oleh pelatih Shin Tae-yong.

Mereka adalah Gu Sung-yun (Kiper/Consadole Sapporo), Song Ju-Hun (bek/Albirex Niigata) dan Lee Min-soo (tengah/Shimizu S-Pulse). Ketiganya akan mendapat dukungan dari pemain di liga lokal yang kualitasnya tak perlu diragukan.

Postur yang tinggi tentu menjadi kelebihan pasukan Shin Tae-yong. Dapat diprediksi, bola-bola atas akan menjadi taktik andalan Taegeuk Warriors. Selain itu, dalam beberapa kali latihan terlihat para pemain Korea memiliki kecepatan dan umpan-umpan yang akurat.

Dari komposisi pemain juga dapat terlihat bahwa Korea mengandalkan skema dengan satu penyerang. Seperti dalam daftar skuad yang dirilis, Shin Tae-yong hanya memanggil dua striker saja. Sementara di tengah dia memanggil 11 pemain.

Secara prestasi, Korea tentu paling mentereng dari penghuni Grup H lainnya. Pada pagelaran Piala Asia 2013, Korea menembus semifinal. Taegeuk Warriors juga pernah meraih medali perak di Olimpiade 2012 lalu. Di Asian Games 2014, Korea menjadi juara di kandang sendiri.


Timor Leste 
Timor Leste boleh dikatakan sebagai kuda hitam di Grup H. Meski kerap tak diunggulkan, The Raising Sun  beberapa kali mampu mengejutkan saat bertemu Indonesia. 

Pada pagelaran kali ini, Timor Leste meninggalkan "tradisinya" memakai pemain naturalisasi. Pasukan Fabio Juaquim Maciel da Silva saat ini diisi pemain Timor Leste sepenuhnya. 

"Kami punya pemain muda lokal yang bagus dan saya percaya dengan mereka. Kami akan membuat hasil bagus di sini," kata Fabio kepada wartawan, Rabu 25 Maret 2015.

Meski demikian, skuad Timor Leste tetap tak boleh dipandang sebelah mata. Ada dua pemain yang saat ini berkiprah di Liga Thailand, yaitu Anggisu Barbosa (Chonburi FC) dan Jose Fonseca. Dua pemain ini juga merupakan punggawa timnas senior Timor Leste.

Jika melihat dari rekor pertemuan di tiga laga terakhir, Indonesia juga tak boleh terlalu jumawa. Dari tiga pertandingan, dua kali Timor Leste berhasil menahan imbang Garuda Muda. Namun, kekalahan menyakitkan sempat dialami Timor Leste belum terlalu lama. The Raising Sun tumbang 0-7 dari Indonesia di ajang Asian Games, September tahun lalu.


Brunei Darussalam
Tim ini merupakan lawan yang tak terlalu menakutkan. Berbekal pemain muda yang kurang pengalaman, Brunei Darussalam hanya bisa realistis dalam menghadapi kekuatan besar Asia seperti Korea dan Indonesia.

Manajer Brunei, Muhammad Radzuan, mengaku hanya ada 3 pemain yang bisa masuk dalam kategori bintang. Mereka adalah Awangku Yura Indera Putra, Muhammad Shafie, dan Asnawi Syazni. "Korea dan Indonesia adalah raksasa Asia. Kami ingin lolos, tapi harus realistis," kata Radzuan.

Dalam beberapa kesempatan, Brunei juga takluk saat berhadapan dengan Indonesia. Terakhir, tim berjuluk Tebuan ini kalah 0-1 atas Indonesia di laga persahabatan, 15 Agustus tahun lalu. "Ini adalah skuad yang tengah berkembang. Kami belum cukup pengalaman."[viva]