Monday, March 30, 2015

Lawan Korsel, Mamak : 'Batu' Jangan Dilawan dengan 'Batu'


Seputar Timnas - Timnas Indonesia U-23 akui siap untuk bertempur menghadapi Korea Selatan pada partai terakhir kualifikasi Piala Asia, Hari Selasa, 31 Maret 2015, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Kunci untuk kalahkan Korsel pun telah dikantongi.

Selepas meraih kemenangan 5-0 atas Timor Leste di pertandingan pertama Grup H, Indonesia kembali meraih kemenangan 2-0 atas Brunei Darussalam dalam pertandingan kedua kemarin. Partai pamungkas kontra Korsel akan sangat menentukan.

Tiga poin dapat menempatkan Indonesia lolos langsung ke Qatar dengan status kampiun grup. Sedangkan hasil imbang atau kalah menjadikan Garuda Muda harus berharap pada hasil akhir laga lain, dalam perebutan lima tempat sisa dari posisi runner-up terbaik.

Para skuad timnas U-23 akui telah mempunyai trik untuk dapat meredam agresivitas lawan. Gelandang, Adam Alis Setyano, telah mengetahui cara bermain Korsel. Adam sadar, The Taeguk Warriors mempunyai tipe permainan cepat serta bertenaga.

Ia mengimbau agar rekan-rekannya untuk dapat lebih sabar ketika menguasai bola. "Mereka kan cepat, terus kuat. Untuk lawan sebagaimana itu, kami harus pintar-pintar dalam menguasai tempo," ujar Adam, di Hotel Sultan, Jakarta, siang tadi.

Timnas Korsel memang salah satu negara kuat di level tim nasional U-23. Ketika ini, mereka pun masih menjadi pemimpin klasemen Grup H dengan catatan belum kebobolan sama sekali. Tidak heran, tim didikan Shin Tae-yong menjadi salah satu tim unggulan.

Melihat kekuatan lawan tersebut, hal yang sama juga diutarakan oleh asisten manager timnas U-23, Muhammad Zen Alhadad. Bagi Mamak, sapaan akrab Zen, para pemainnya akan kewalahan bila menerapkan permainan terbuka yang cepat.

"Korsel ibarat batu. Batu dilawan sama batu, ya menunggu siapa yang kuat. Jadi, kami harus pintar dalam menahan tempo permainan," kata Mamak. [viva]