Monday, March 30, 2015

Kelahiran 'Inzaghi Indonesia' Bakar Semangat Timnas U-23


Seputar Timnas - Tim nasional Indonesia U-23 masih berada dalam jalur untuk merebut tiket ke Qatar menuju Piala Asia 2016 mendatang. Rintangan kedua Garuda Muda dapat dilewati dengan mulus, namun pertandingan krusial nan penting menanti sebagai ujian pamungkas.

Selepas menekuk Timor Leste lima gol tanpa balas di pertandingan pembuka Grup H hari Jumat pekan lalu, timnas U-23 kembali menunjukan kelasnya ketika menggasak Brunei Darussalam 2-0 hari Hari Minggu, 29 Maret 2015, kemarin.

Gol Ahmad Nofriandani menit ke-71 serta Muchlis Hadi beberapa menit menjelang paruh kedua selepas memberikan tiga poin yang sangat dibutuhkan Indonesia demi menjadi asa jadi salah satu penantang raksasa-raksasa Asia tahun depan.

Dalam pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno tersebut, Indonesia tampil begitu dominan. Malahan, tercatat hanya satu sepakan ke arah gawang yang dibuat oleh Brunei sepanjang 90 menit laga. Serangan lawan kerap putus di tengah lapangan.

Tapi, kubu Indonesia sempat dikejutkan ketika pertandingan baru berjalan empat menit saat Hansamu Yama Pranata melakukan pelanggaran di kotak penalti. Jebolan Timnas U-19 itu mengangkat kaki terlalu tinggi sehingga menghantam dada Muhammad Syazwan Bin Halidi.

Pengadil lapangan Aziz Asimov asal Uzbekistan pun tanpa ragu menunjuk titik putih, memberikan hadiah penalti pada Brunei. Namun, muncul penyelamat Indonesia di bawah terik sinar matahari yang menyinari SUGBK yakni Muhammad Natsir.

Penjaga Gawang bernomor punggung 12 itu mampu membaca eksekusi gelandang Brunei, Mohmammad Aimmil Rahman Bin Ramlee. Bola ke arah kiri Natshir dapat dibaca penjaga Gawang Persib Bandung itu dengan sempurna.

Selepas kejutan di awal pertandingan tersebut, Indonesia terlecut serta dominan sepanjang sisa laga. Tapi, Brunei juga menunjukan perlawanan gigih dengan menumpuk pesepakbola mereka di lini belakang.

Inzaghi-nya Indonesia

Gelombang serangan Indonesia akhirnya berbuah hasil lewat sontekan Nofriandani memanfaatkan kemelut serta tandukan tajam Muchlis dalam waktu 20 menit akhir pertandingan.

"Memang kami sempat kesulitan di laga tadi. Brunei menerapkan taktik bertahan. Itu memaksa kami bekerja keras demi dapat mencetak gol," ujar manager timnas U-23, Aji Santoso, selepas pertandingan.

"Awalnya, aku mohon Hendra Adi Bayauw serta Ilham Udin Armaiyn bermain lebih melebar. Wawan juga demikian. Jadi, defender sayap mereka terpaksa keluar. Serta di sanalah tercipta lubang di pertahanan Brunei," jelasnya.

Aji pun membeberkan kunci kemenangan Indonesia di pertandingan tadi. Baginya, hadirnya Muchlis serta Wawan Febriyanto di babak kedua mampu mengubah jalannya pertandingan.

"Saya memang telah berniat memasukkan 2 bomber baru bila sampai menit 55 kami tidak dapat mencetak gol," kata manager 44 tahun tersebut.

"Permainan Muchlis layaknya Filippo Inzaghi. Kemampuan olah bolanya tidak terlalu bagus, namun ia dapat memecah konsentrasi lawan lewat pergerakan tanpa bolanya. Buktinya, ia dapat mencetak gol. Mungkin bolanya telah berjodoh dengannya," lanjutnya.

Dengan kemenangan ini, Indonesia sempat menduduki puncak klasemen Grup H dengan enam poin dari dua laga. Tapi, tuan rumah kembali tersingkir ke posisi runner-up oleh Korea Selatan hanya beberapa jam berselang.

Korsel sukses menang 3-0 atas Timor Leste pada pertandingan yang dihelat pukul 19.30 WIB. The Taeguk Warriors langsung menekan pertahanan Timor Leste semenjak awal pertandingan. Tapi, mereka baru dapat mencetak gol di menit 17.

Pengadil lapangan asal Thailand, Shivakorn Pu-Udom, memberikan hadiah penalti selepas Yu In-soo dijatuhkan di kotak terlarang. Moon Chang-jin maju sebagai eksekutor. Tendangan kerasnya ke arah kiri gawang tidak mampu dibendung penjaga Gawang Timor Leste, Maxanches.

Permainan keras Timor Leste menjadikan Korsel cukup kewalahan. Mereka kesulitan untuk menggandakan keunggulan. Baru di menit 43, Kim Seung-jun berhasil mencetak gol kedua untuk Korsel. Paruh pertama ditutup dengan skor 2-0.

Babak kedua baru berjalan 2 menit, Korsel telah sukses mencetak gol ketiga mereka. Moon Chang-jin sukses membobol gawang Maxanches untuk kali kedua selepas memanfaatkan umpan lambung dari rekannya. 3-0 Korsel unggul.

Unggul tiga gol, Korsel tidak mengendurkan tempo permainan mereka. Berbagai kans mereka dapatkan. Tapi, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Sampai akhir, skor 3-0 untuk keunggulan Korsel bertahan.

Siap Lawan Raksasa Asia

Korsel pun sukses merebut tampuk klasemen Grup H dengan keunggulan gol atas Indonesia. Perihal ini menjadikan pasukan Garuda harus menang jika ingin otomatis lolos ke Qatar agar menjadi kampiun grup.

Sebabnya, jika hingga hasil imbang atau kalah maka nasib Indonesia akan ditentukan oleh pertandingan-pertandingan di grup yang lain. Karena hanya lima runner-up dari 10 grup yang akan melaju ke babak berikutnya.

"Terkait kans lolos, kami masih ada satu pertandingan melawan Korea Selatan. Laga tersebut harus kami manfaatkan bila ingin lolos otomatis," ujar Aji berbicara soal kans di pertandingan pamungkas.

Di atas kertas, kualitas Korsel memang di atas Indonesia. Tapi, Aji memastikan anak-anak asuhnya akan berjuang keras demi meraih kemenangan di pertandingan tersebut.

"Kami siap berjuang sekuat tenaga demi meraih kemenangan melawan Korsel. Kami tidak akan menonton laga mereka melawan Timor Leste. Lebih baik pulang, serta istirahat untuk memulihkan kondisi," sambungnya.

"Kalau mengandalkan klasemen runner up terbaik, tentu kami harus menunggu hasil dari para pesaing di grup lain. Kami harus bekerja lebih keras agar alhasil maksimal ketika berhadapan dengan Korsel," tambah eks pesepakbola Timnas Indonesia tersebut. [viva]