Wednesday, March 4, 2015

Inilah 4 Fakta Baru Grafik Timnas U-19 Terus Meningkat


Seputar Timnas -  Timnas U-19 besutan Fachry Husaini terus menunjukkan grafik menanjak. Teranyar, tim Garuda menekuk Jember United dengan skor 3-1 di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jawa Barat, Senin (2/3/2015) kemarin.

Pola 4-3-3 tetap menjadi dasar permainan, tapi agaknya, pelatih Fachry ingin melakukan eksperimen dengan melakukan banyak pergantian pemain dibanding ketika melawan Persib U-21. Menghadapi juara Piala Suratin U-18 itu, organisasi permainan mereka lebih baik. Tentu, ini menjadi modal bagus sebelum tampil di ajang  sesungguhnya, AFF U-19 akhir tahun nanti.

Namun, Fachry merasa kemenangan itu bukan apa-apa. Sang arsitek meminta semua pemain berkontribusi. “Mereka harus bisa tampil lebih percaya diri lagi. Harus bisa berkomunikasi lebih baik lagi dengan sesamanya. Dan saya rasa ini masalah jam terbang, mereka harus lebih diberikan banyak kesempatan,” ujar mantan pemain PKT Bontang itu.

Setidaknya, terdapat 4 faktor yang membuat Timnas U-19 bermain lebih meyakinkan. Salah satunya, kontur lapangan Singaperbangsa yang lebih baik dari Siliwangi. 

Performa Antar Lini

Empat kuartet bek, M Rifad, M. Rifad, M. Syukron, Bagas Adi Nugroho, dan M. Rizky Ramadhan. Mampu memberikan kenyamanan lebih pada kiper Panggih Prio yang dipasang menggantikan posisi Awan Seto.

Bagas Adi yang bertindak sebagai kapten tim bermain lugas di lini belakang. Tercatat, Bagas melakukan tiga kali intersep dan sekali sapuan. Sedangkan, rekan duetnya, Syukron mampu melakukan lima kali sapuan. Berkaca dari angka tersebut, boleh dibilang, kedua bek tersebut tampil cukup atraktif melindungi barisan belakang.


Beralih ke barisan tengah, trio M. Rafif, M. Ikhsan, dan Ferdian Wahyu bermain efisien untuk membangun serangan dan melayani tiga penyerang. M. Rafif jadi gelandang yang paling sering melepaskan umpan sukses, yakni sebanyak 25 kali. Dia juga mampu memenangkan duel udara sebanyak enam kali untuk membuat timnya menguasai bola.

Sementara itu, di barisan depan, walau tidak mencetak gol, pemain Timnas U-19 warisan Indra Sjafri, Dimas Drajad punya potensi menjadi striker reguler. Faktanya, dengan postur tubuh yang tinggi besar, dia bisa diandalkan menerima crossing. Dia menunjukkan, memiliki kerja sama bagus dengan Riyanto dan Firmansyah yang bermain lebih melebar.

Organisasi Permainan

Secara statistik, penguasaan bola Timnas U-19 kalah tipis dari Jember United dengan keunggulan ball-possesion sebesar 51 persen. Tapi perlu dicatat, Timnas U-19 mengendurkan serangan setelah memimpin 3 gol.

Dilihat dari akurasi umpan pun tidak ada peningkatan dibanding laga sebelumnya. Bagas Adi dan kawan-kawan melepaskan 342 umpan dengan 249 di antaranya berhasil mencapai sasaran, dengan persentase akurasi mencapai 73%. Angka yang sama dengan ketika timnas U-19 bertemu Persib U-21.

Timnas U-19 justru mengalami peningkatan. Dilihat dari permainan, para pemain mampu membangun serangan dengan lebih rapi. Organisasi permainannya mulai terbentuk. Di sisi lain, Jember United bermain lebih baik dibandingkan Maung Bandung Muda. Juara Piala Suratin 2014 lalu itu memiliki jumlah umpan sukses lebih banyak, yaitu 262 kali alias 74%.

Organisasi permainan yang lebih baik itu bermuara pada kemampuan untuk menciptakan peluang. Fachry Husaini nampaknya menginstruksikan pemain agar lebih sabar ketika mulai memasuki daerah pertahanan lawan, lalu melakukan umpan silang atau diagonal mendatar.

Dimas memungkinkan pola itu berhasil mengingat dia punya kelebihan ketika menerima bola udara maupun datar. Meski tak ada gol dari skema ini, susunan serangannya bisa dikatakan bagus dengan mampu melakukan 20 kali percobaan tendangan dengan enam di antaranya tepat sasaran, 10 tendangan off-target, dan sisanya diblok oleh lawan. Dari enam itu, tiga di antaranya mampu menghasilkan gol.

Sayangnya ketika sudah unggul telak, serangan mulai mengendur. Ini dimanfaatkan lawan untuk membombardir pertahanan timnas U-19. Hasilnya, A. Kurniawan mampu mencetak gol di menit 88. Sepakannya gagal diamankan oleh Panggih Prio. Bola sempat mengenai salah satu pemain timnas U-19 lalu memantul di tanah yang membuat Panggih salah langkah.

Berkaca dari momen tersebut, ada pekerjaan rumah yang perlu diperbaiki oleh Fachry Husaini dan Kurnia Sandy, selaku pelatih kiper. Tim pelatih perlu meningkatkan komunikasi di lini pertahanan serta meningkatkan kualitas penjaga gawang, tidak hanya untuk menahan bola tetapi juga mengatur serangan.

Rizki Ramadhan

Tidak berlebihan bila menyematkan pemain terbaik pada sosok Rizki Ramadhan. Dua gol yang dicetak oleh bek kiri tersebut jadi jaminan utama. Gol pertama yang berkelas menunjukkan pemain bertahan itu juga punya insting mencetak gol tinggi. Gol keduanya menegaskan bahwa akurasi tendangannya sangat baik.

Soal bertahan Rizki bermain sangat baik. Dia mampu memotong umpan lawan lima kali, menyapu bola sekali, dan dua kali menggagalkan umpan silang lawan. Dengan keberimbangan saat menyerang dan bertahan inilah dia layak disebut sebagai yang terbaik dalam pertandingan ini.

“Tapi itu belum cukup, “ kata Fachry dikutip dari situs resmi PSSI. “Saya ingin meminta lebih darinya. Dan itu harus Rizki buktikan.”

Pemain lain yang cukup menyita perhatian adalah sepak terjang Dimas Drajad. Dia sudah mulai kompak dengan rekan barunya dan pengalamannya dengan tim sebelumnya jadi tambahan nilai. Dimas memang tak mencetak satupun gol, tapi dua dari tiga gol timnas U-19 berawal dari kakinya, yakni gol kedua yang dicetak Riyanto dan gol ketiga dari Rizki Ramadhan.

Sebagai penyerang, Dimas tidak hanya menerima bola dan coba menyelesaikan peluang, tapi juga membuka ruang untuk pemain lain. Dia bisa menerima bola udara dan datar dengan baik lalu mendistribusikan bola pada pemain lain yang punya posisi lebih baik. Dia layak untuk jadi pilihan utama di sektor penyerangan tim ini.

Grafis

Walaupun sudah ada perbaikan bukan berarti pekerjaan rumah usai. Justru, masih banyak hal yang perlu dilakukan agar tim ini benar-benar mencapai peak performancenya ketiga turnamen sesungguhnya bergulir.[liputan6]