Sunday, January 4, 2015

Ketum PSSI: Bodoh Jika Sampai Kami Dibekukan


Seputar Timnas -  Kongres Biasa PSSI 2015 di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu 4 Januari, resmi dibuka oleh Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin. Ada 91 peserta yang hadir dari 107 undangan.

Tak hanya anggota, Komite Eksekutif PSSI juga turut hadir. Selain itu, ikut hadir pula Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Tono Suratman, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rita Subowo, Ketua Komisi X DPR RI Teuku Rifky Harsya, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Djohar memaparkan secara singkat apa yang telah diperbuat oleh PSSI selama 2014. Selain itu, dia juga menyindir fenomena Tim Sembilan bentukan Menpora.

Djohar mengaku heran adanya keinginan dari beberapa pihak yang ingin PSSI dibekukan. Sebab, katanya, PSSI saat ini sudah bekerja dengan baik.

"PSSI sudah bekerja baik dan on the track. Buktinya FIFA memberikan nilai yang baik. Makanya sungguh mengherankan di luar ada yang heboh. Ada yang meminta PSSI dibekukan," kata Djohar dalam kata sambutan pembukaan Kongres Biasa PSSI di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu 4 Januari 2014.

Wacana pembekuan PSSI itu merebak usai kegagalan demi kegagalan tim nasional sepanjang tahun kemarin. Timnas U-19 gagal di Piala Asia dan begitu juga timnas senior di ajang Piala AFF. Namun, niat pembekuan PSSI dinilai tindakan yang bodoh.

"Dengan bodohnya mereka bilang biarkan PSSI dibekukan. Atas dasar apa? Mereka tidak tahu, bahwa kami lebih mementingkan kehormatan bangsa daripada keinginan lainnya," lanjutnya.

Dia juga menyayangkan, ada banyak hambatan saat pihaknya tengah berjuang untuk memerangi pengaturan skor. Salah satunya adalah fitnah yang disebar pihak tak bertanggung jawab.

Terkait desakan bagi PSSI untuk melakukan transparasi, pria asal Medan itu mengaku pihaknya sudah sangat terbuka. Ada beberapa hal yang dilakukan PSSI terkait transparasi dana.

"Kami punya sumber dana sendiri dan kami selalu transparan. Selalu diperiksa oleh internal audit dan eksternal audit. Kami juga bekerja sama dengan BPKP," tutur Djohar menjelaskan.[viva]