Monday, December 1, 2014

Akmal Marhali : Djohar Arifin Kerjanya Hanya Jalan-Jalan dan Gunting Pita'


Seputar Timnas - Situasi sepak bola Indonesia saat ini berada di titik nadir, serangkaian kegagalan terus menghampiri tim nasioanal Indonesia. Mulai dari timnas U-19, U-23 hingga skuat senior. Selain itu peristiwa memalukan juga menghampir Liga Indonesia, dari pengaturan skor, sampai sepak bola gajah.

Pengamat sepak bola Akmal Marhali menilai, minimnya prestasi timnas Indonesia dan kotornya Liga Indonesia berpangkal pada pada pengurus PSSI. Mereka tidak mampu membawa sepak bola Indonesia ke arah lebih baik. Sebab, mereka mereka lebih mementingkan golongan dan juga keuntungan finansial dibanding kemajuan sepak bola.

“Langkah yang paling bijak untuk mereka (PSSI) adalah mundur. Ini bukan karena gagal timnas senior di AFF 2014. Tapi juga renteten kegagalan, dan masalah-masalah yang terjadi di sepak bola Indonesia ini," ujarnya ketika dihubungi, sabtu (29/11).

"Saya pikir mereka hampir 20 tahun menjabat, tapi prestasinya nihil, jadi mundur adalah bentuk tanggung jawab mereka, bukan sekedar evaluasi!”

Akmal mencontohkan mantan ketua umum PSSI Azwar Anas yang berani mengundurkan diri pada 1998, akibat insiden sepak bola gajah. Seharusnya, kata dia, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin juga mencontohkan Azwar, dengan segera meletakkan jabatannya.

Pun dengan dengan pengurus lainnya, lebih baik mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban. Hal tersebut perlu dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada yang lain untuk mengelola PSSI. 

“Ketua umum PSSI sekarang gak ada kerjanya hanya jalan-jalan dan semonial belaka, seperti gunting pita,” keluh Akmal.

Selain itu, ia menyoroti banyaknya pengurus yang merangkap jabatan. Hal itu menyebabkan mereka tak fokus untuk membenahi sepak bola Indonesia. Akmal memberikan contoh, La Nyalla Mahmud Mattalitti yang menjabat sebagai wakil ketua PSSI sekaligus ketua Badan Tim Nasional (BTN). [republika]