Friday, November 28, 2014

Misi "Mustahil" Timnas Garuda Lolos ke Semifinal Piala AFF


Seputar Timnas -  Misi mustahil dihadapi timnas Indonesia di laga pamungkas penyisihan Grup A, Jumat 28 November 2014. Kemenangan atas Laos di Hang Day Stadium belum tentu meloloskan Tim Garuda ke babak semifinal.

Indonesia baru mengumpulkan 1 poin dari 2 pertandingan setelah mengalami kekalahan 0-4 dari Filipina. Tim besutan Alfred Riedl harus menaklukkan Laos dengan skor telak sembari berharap Filipina mengalahkan tuan rumah Vietnam.

Sesuai dengan regulasi yang diberlakukan di Piala AFF, ranking grup di turnamen 2 tahunan ini ditentukan dari nilai poin lalu selisih gol dan terakhir dengan mengadu produktivitas gol.

Dengan asumsi Indonesia berhasil mengalahkan Laos dan di pertandingan lainnya Filipina mengalahkan tuan rumah Vietnam di laga pamungkas, maka Indonesia dan Vietnam akan memiliki poin yang sama yakni 4.

Itu pun nasib Indonesia harus bergantung pada catatan gol di kedua pertandingan itu. Jika Indonesia menang dari Laos hanya dengan selisih 1 gol, maka Filipina harus mengalahkan Vietnam dengan selisih 7 gol untuk membuat Merah Putih lolos.

Peluang Indonesia bertambah berat karena tak bisa menurunkan Sergio van Dijk dan Immanuel Wanggai. Van Dijk dipastikan absen karena mengalami cedera otot. Wanggai juga kemungkinan besar absen.

Pelatih Indonesia, Alfred Riedl sadar peluang timnya sangat berat. Namun, pelatih asal Austria ini berharap Tim Merah Putih mampu memberikan yang terbaik.

Spirit dan mental para pemain sedang anjlok setelah kalah 0-4 dari Filipina. Kami juga kehilangan dua pemain karena cedera," kata Riedl dalam konferensi pers jelang laga seperti dikutip VNexpress.

"Bagaimanapun, saya tetap berharap bisa memenangkan pertandingan agar para pemain bisa menegakkan kepalanya lagi," sambung pelatih berkebangsaan Austria tersebut.

Riedl juga enggan terlalu berharap Filipina mampu mengalahkan Vietnam. Fokusnya hanya untuk memberi kemenangan di laga pamungkas.

"Indonesia tak berharap Filipina mengalahkan Vietnam yang mana bisa membuka peluang kami meraih tiket semifinal. Level kedua tim itu berimbang. Pertandingan akan berjalan ketat dan hanya ada sedikit gol yang lahir," ujar Riedl.

Hasil yang diraih oleh Indonesia benar-benar jauh di luar harapan. Ditargetkan meraih gelar juara, Tim Merah Putih justru kemungkinan harus pulang lebih awal. Laga melawan Laos kemungkinan akan menjadi laga terakhir Riedl bersama Indonesia.

"Saya akan kembali ke negara saya, Austria dan tidak akan mencari pekerjaan baru sebagai pelatih," kata Riedl, Kamis 27 November 2014.

Dia juga menegaskan akan menolak jika ada tawaran menarik lagi datang dari Indonesia. Riedl beralasan, ada yang salah dengan persepakbolaan Indonesia. Di mana intervensi manajer terkadang sangat besar melebihi pelatih.

Ambisi Tinggi Laos
Meskipun sudah tersingkir, Laos enggan pulang dengan tangan hampa. Saat ini, Laos belum meraup satu pun poin dan terdampar di posisi juru kunci. Pelatih Laos, David Booth menargetkan kemenangan saat melawan Indonesia.

'Situasi dalam tim kami dan Indonesia hampir sama. Kedua tim sama-sama kesulitan mencetak gol dan tersingkir," kata Booth dikutip VNexpress.

"Kami ingin merebut poin di laga terakhir ini. Melawan Indonesia, kami akan main bertahan dan berusaha meraih kemenangan meski dengan skor tipis," sambungnya.

Jika melihat rekor pertemuan, Indonesia memiliki rekor nyaris sempurna melawan Laos. Dari 8 pertandingan, Indonesia mampu meraih 7 kemenangan dan sekali imbang.

Indonesia hanya sekali gagal menaklukkan Laos, saat di babak penyisihan Grup Piala AFF 2012. Saat itu laga berakhir imbang 2-2.[viva]

Rekor pertemuan Indonesia vs Laos
26 November 1969: Indonesia 3-0 Laos (Kings Cup)
7 Juni 1972: Indonesia 5-1 Laos (Jakarta Trophy)
2 September 1996: Laos 1-5 Indonesia (Piala Tiger)
5 Oktober 1997: Laos 2-5 Indonesia (SEA Games)
9 Desember 2004: Indonesia 6-0 Laos (Piala Tiger)
17 Januari 2007: Indonesia 3-1 Laos (Piala AFF)
4 Desember 2010: Indonesia 6-0 Laos (Piala AFF)
25 November 2012: Indonesia 2-2 Laos (Piala AFF)