Wednesday, November 19, 2014

Menghitung Plus Minus Skuat Indonesia di Piala AFF 2014


Seputar Timnas - Timnas Indonesia bakal memulai petualangan di ajang Piala AFF 2014, 22 November pekan depan. Pelatih Indonesia, Alfred Riedl telah mengumumkan 22 nama skuat. 

Dari daftar pemain yang dibawa, Riedl mengungkapkan cukup sulit menentukan pemain dan nyaris tidak ada perbedaan dengan skuat AFF besutannya pada 2010 lalu. Meski demikian, tidak sepenuhnya sama seperti 4 tahun silam. Sejumlah nama pemain seperti Ahmad Bustomi, Irfan Bachdim, Hamka Hamzah tidak disertakan Riedl.

Menghadapi Piala AFF 2014, pelatih asal Austria itu mempercayakan pemain muda dan jebolan AFF empat tahun lalu. Kapten Timnas U-19, Evan Dimas, Ramdhani Lestaluhu dan Manahati Lestusen mewakili generasi muda skuat AFF 2014. Sedangkan, Cristian Gonzales dan Zulkifli Syukur berstatus pemain jebolan AFF 2010. 

Dibandingkan AFF 2010 lalu, Riedl memiliki banyak pilihan pemain. Barisan depan berlimpah dengan kehadiran pemain seperti Seperti Sergio Van Dijk. Lini tengah Indonesia pun kian segar dengan kehadiran Evan untuk melengkapi kekuatan gelandang senior macam Firman Utina.

Berikut gambaran mengenai plus minus timnas di AFF 2014 ini dari pandangan pelatih senior di Indonesia, Sartono Anwar plus top-scorer Piala AFF sepanjang masa Indonesia, Kurniawan 'Si Kurus' Dwi Yulianto.

KELEBIHAN

1. Lini Depan Lebih Komplet

Dengan skuat yang dibawa, pelatih Alfred Riedl memiliki banyak pilihan skuat. Menghadapi Piala AFF 2014 ini Riedl membawa 4 orang striker. Jumlah itu masih sama seperti AFF 2010 lalu. Bedanya, Riedl punya striker yang bertipikal bukan hanya penyelesai umpan, tetapi aktif mencari bola seperti Boaz Solossa dan Samsul Arif.

Hal itu diakui Kurniawan Dwi Yulianto, striker sekaligus top-scorer Indonesia di Piala AFF. "Ada Boaz dan Samsul yang bisa mencari bola dan Van Dijk serta Cristian Gonzales yang bertipe finisher. Jadi komplet," kata pemain jebolan PSSI Primavera itu.

2. Faktor Evan Dimas

Penampilan cemerlang Evan Dimas di timnas U-19 membuat nama pemain asal Surabaya itu mendapatkan tempat di hati Alferd Riedl. Talenta Evan diharapkan mampu mengembalikan tim Garuda di level Asia. Piawai mengatur serangan dan umpan akurat Evan jelas memanjakan pemain depan. Evan juga mampu membuat variasi serangan tim.

"Saya angkat topi buat staff pelatih yang telah memilih Evan Dimas. Mereka berani membawa Evan yang minim pengalaman di tim senior. Hendaknya, Evan tidak dijadikan kompetitor oleh pemain senior. Pemain harus memberikan support. Bagaimanapun, dia aset bangsa ini," ujar Kurniawan.

"Buat saya, gelandang merupakan ruh permainan tim. Potensi Evan dan gelandang lain harus dimaksimalkan," ujar Kurniawan.

3. Banyak alternatif

Dibandingan Piala AFF 2010 lalu, pelatih asal Austria itu memiliki banyak pilihan pemain di semua sektor mulai dari tengah hingga depan. Posisi Hariono bisa diisi Raphael Maitimo. Dengan pemain yang menghuni tim saat ini, Riedl juga bisa merancang strategi lebih fleksibel. Misal memasang Manahati Lestusen bermain lebih maju ke depan atau ditarik ke belakang.

"Menurut saya, 22 pemain yang dibawa merupakan pemain terbaik dalam tim. 'Koki' Riedl lebih tahu kebutuhan bagi strategi tim dan patron yang ingin dimainkan," jelas Kurniawan.

KELEMAHAN 
Di lain pihak, pelatih kondang Indonesia, Sartono Anwar menguak kelemahan skuat Indonesia yang dibawa Riedl ke perhelatan AFF 2014. Berikut ulasan mantan pelatih Persisam Putra Samarinda itu

1. Bukan pemain terbaik

Menurut Sartono, keputusan tidak membawa Ferdinand Sinaga dan Ahmad Bustomi bakal memberikan kerugian bagi tim. "Sikap tempramen Ferdinand sangat dibutuhkan tim untuk turnamen AFF," ucap Ayah Nova Arianto itu.

2. Cedera dan lini pertahanan keropos

Cedera pemain belakang Hamka Hamzah menurut Sartono merugikan tim. Lini belakang menurut dia belum padu. Pernyataan Sartono mengacu pada barisan pemain belakang yang gagal mengantisipasi pergerakan pemain tanpa bola. Itu terlihat ketika pertandingan uji coba terakhir melawan Suriah dengan skor 0-2. "Tapi semua kembalikan pada pelatih. Dia yang paham kebutuhan tim," sambungnya.

3. Pemain malas lari

Di mata Sartono, dengan materi pemain yang dibawa Riedl, Indonesia akan kesulitan ketika menghadapi tim yang bermain ngotot. "Kalau peringkat dua teratas yang lolos, kita masih bisa," ungkap Sartono."Beda dengan lawan yang 90 menit ngotot ngajak lari. Pemain Indonesia malas lari".

4. Tidak akan muncul bintang dari timnas Indonesia

Dengan materi pemain tim saat ini, Sartono memprediksi, tidak akan lahir pemain bintang seperti yang muncul di setiap generasi."Saya rasa dengan persiapan yang kurang, dan para pemain baru saja selesai berkompetisi di liga, tidak ada satu orang yang menonjol atau muncul bintang di dalam tim. Semuanya merata," sambung pria berusia 67 tahun tersebut. [liputan6]