Thursday, November 27, 2014

Djohar Arifin Husin & La Nyalla Mattalitti Dituntut Mundur dari PSSI


Seputar Timnas - Penampilan mengecewakan yang diperlihatkan Timnas Indonesia senior di Piala AFF Suzuki Cup 2014 tak pelak memantik reaksi dari berbagai pihak.

PSSI diminta untuk turut bertanggungjawab atas hal ini, termasuk tuntutan kepada Djohar Arifin Husin (Ketua Umum PSSI) dan La Nyalla Mattalitti (Wakil Ketua Umum PSSI dan Ketua Badan Tim Nasional), untuk mundur dari jabatannya.

“Sekali lagi terbukti pengurus (PSSI) yang sekarang ini gagal, malah sudah berkali-kali gagal. Mulai dari Timnas U16, U19, di SEA Games, Asian Games, juga senior kali ini. Pengurus ini tidak pernah mempersembahkan gelar. Kalau hanya minta maaf saja tidak akan menyelesaikan apapun,” tukas pengamat sepakbola, Budiarto Shambazy, beberapa waktu lalu.

“Kalau masih mempunyai rasa malu, Ketua BTN (Badan Tim Nasional, La Nyalla Mattalitti) mundur kemudian menyerahkan kepada yang mampu,” tuntutnya.

“Masalahnya bukan hanya Ketua BTN, tapi Ketua PSSI (Djohar Arifin Husin) juga. Sebab, masalah bukan hanya di BTN, tapi juga di PSSI. Bahkan, seharusnya Ketua PSSI sudah mundur ketika ada sepakbola gajah. Itu kan menjadi sorotan dunia,” papar Budiarto Shambazy.

Budiarto Shambazy merasa gusar karena apa yang ditunjukkan Timnas Indonesia senior asuhan Alfred Riedl saat dikalahkan oleh Filipina dengan skor telak 0-4 sangat menyedihkan. Begitu pula dengan permainan yang tak memuaskan di laga pertama AFF Cup 2014 kendati mampu menahan imbang Vietnam 2-2.

“Pertama, Timnas Indonesia kalah memalukan karena kalah dari Filipina untuk pertama kalinya dengan skor yang, duh, 0-4. Para pemain juga tampil seperti baru bisa mengenal bola. Kemarin itu tidak ada peluang signifikan yang dibuat pemain,” bebernya,

”Sejak lawan Vietnam memang sudah jelek sekali, eh kok kemarin memalukan. Dari segi ketrampilan individu, kemampuan mereka kelihatan mentok segitu saja, kerja sama tim sangat buruk.”

”Stamina juga pas-pasan. Tidak bisa menekan lawan, tapi malah ditekan terus. Kesalahan-kesalahan yang dibuat itu kesalahan mendasar. Ya, itu gambaran dari seorang pelatih yang tidak mampu,” ungkap Budiarto Shambazy.[sidomi]