Thursday, November 27, 2014

Banur: Indonesia Terpuruk Karena Persiapan Tak Serius


Seputar Timnas - Timnas Indonesia berada di ujung tanduk pada pegelaran Piala AFF 2014. Tim Garuda (sebutan Timnas) berada di posisi ketiga dari dua pertandingan, tertinggal tiga poin dari tuan rumah Vietnam yang menempati urutan kedua.

Selasa (25/11/2014) sore WIB, Firman Utina dan kawan-kawan menelan kekalahan memalukan 0-4 dari tim yang tengah berkembang, Filipina. Sementara di pertandingan lainnya, Vietnam berhasil mempecundangi Laos dengan skor 3-0.

Hasil tersebut membuat peluang Indonesia untuk lolos ke babak semifinal menipis. Pasalnya, Indonesia harus menang minimal 7-0 atas Laos di pertandingan lain sambil berharap Vietnam kalah dari Filipina.

Pengamat sepak bola nasional, Bambang Nurdiansyah memberikan penilaiannya terhadap dua pertandingan Tim Garuda. Menurutnya, pelatih Alfred Riedl tidak maksimal dalam menangani tim yang dipersiapkan untuk meraih gelar juara Piala AFF 2014.

"Persiapan Indonesia tidak serius. Riedl tidak maksimal mempersiapkan Timnas karena pemainnya terlalu sibuk bersama klubnya masing-masing," tutur pria yang akrab disapa Banur.

Pemain Kelelahan

Banyaknya pemain Timnas Indonesia yang berlaga di babak delapan besar hingga partai final Liga Super Indonesia menjadi penyebab utama buruknya performa skuat Garuda. Banur menilai banyak pemain yang kekelahan.

"Pada laga melawan Vietnam hasilnya memang tidak terlalu buruk, tapi permainannya kurang memuaskan. Timnas Indonesia bisa meraih hasil imbang 2-2 karena masih memiliki tenaga," pria berusia 55 tahun tersebut menuturkan.

"Tapi ketika di pertandingan kedua mereka sudah kelelahan. Fisik dan mental pemain belum kembali sepenuhnya setelah kompetisi di babak delapan besar, semifinal dan final ISL," Banur menambahkan penjelasannya.

Masih kata Banur, dia tidak menyalahkan para pemain atas hasil buruk yang terjadi di Hanoi, Vietnam. Dia mengajak semua pengurus PSSI melakukan evaluasi besar-besaran.

"Saya tidak mau menyalahkan siapa-siapa. Semua harus dievaluasi, mulai dari PSSI, pelatih hingga kompetisinya," tutup mantan pemain Timnas Indonesia di tahun 1980 hingga 1990 itu.[liputan6]