Friday, October 3, 2014

Timnas U-19 Tak Punya 3 Modal, Masih Yakin Lolos ke Piala Dunia U-20?

Timnas U-19 - IST
Seputar Timnas - Timnas Indonesia U-19 berjuang di putaran final Piala Asia U-19 di Myanmar mulai Jumat, 10 Oktober 2014. Berada di Grup B, Indonesia bergabung bersama Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab.

Targetnya sudah jelas yaitu lolos ke putaran final Piala Dunia U-20 di Selandia Baru tahun depan, karena memang turnamen di Myanmar tersebut juga sekaligus menjadi babak kualifikasi bagi Piala Dunia U-20 2015. Artinya, skuat asuhan Indra Sjafri harus menembus semifinal atau empat besar.

Tetapi, janganlah terlalu jauh berbicara soal semifinal. Mari membumi dengan melihat dulu bagaimana kemungkinan untuk lolos ke babak 8 besar atau perempat final dengan status minimal sebagai runner up Grup B.

Melihat perkembangan terakhir, setidaknya ada tiga modal yang harus dimiliki oleh sebuah tim untuk pantas yakin bisa lolos setidaknya di posisi kedua fase grup. Sayangnya, ketiga modal itu justru tidak dimiliki oleh Evan Dimas Darmono dkk.

Pertama dari ketiga modal itu ialah kekuatan serangan balik yang efektif. Terlalu banyak beruji coba dengan tim yang lebih lemah yang selalu menumpuk pemain mereka di lini belakang membuat Timnas U-19 tak berkesempatan mengasah kemampuan membangun sebuah serangan balik yang cepat.

Terlihat jelas pada saat berhadapan dengan lawan yang lebih kuat seperti yang terjadi di Spanyol, dalam kondisi pemain kita harus lebih banyak bertahan, begitu ada peluang untuk melakukan serangan balik, muncul kesan para pemain kebingungan bagaimana harus mengeksekusinya.

Beberapa kali terlihat begitu berhasil mengambil alih bola, serangan balik yang dibangun tidak dilakukan secara serentak dan terkoordinasi. Alhasil, satu pemain yang membangun serangan itu terpaksa menahan laju bola sambil menunggu kesiapan rekan lain untuk menyambut bola.

Dalam keadaan seperti itu, para pemain lawan telah berhasil kembali ke wilayah pertahanannya dan hilanglah momentum untuk melancarkan serangan balik yang efektif yang berpeluang besar membobol gawang lawan.

Kedua, belajarlah bagaimana cara Atletico Madrid memaksimalkan set piece dari bola mati untuk menghasilkan gol. Sungguh tidak berlebihan bila disebut gelar juara La Liga dan runner up Liga Champions yang dicapai skuat asuhan Diego Simeone itu musim lalu adalah buah dari memaksimalkan bola mati.

Bukan berarti tak ada bola mati yang berujung gol yang dilakukan oleh Garuda Jaya. Masalahnya, jauh lebih banyak bola mati yang pada akhirnya terbuang begitu saja ketimbang yang benar-benar memberi hasil positif berupa bobolnya gawang lawan.

Ketiga, apakah Anda ingat betapa hebatnya bidikan-bidikan jarak jauh dari luar kotak penalti dari banyak pemain Timnas U-19 dulu menghujam tajam ke gawang lawan. Sekarang mari bandingkan, apakah memang tendangan jarak jauh itu semakin tajam atau sebaliknya kian tumpul.

Sama halnya dengan kecepatan serangan balik dan set piece bola mati, tendangan jarak jauh yang keras dan tajam merupakan cara paling efektif untuk menembus pertahanan lawan dan menciptakan kemelut di depan gawang lawan yang secara kualitas skill dan fisik lebih baik ketimbang pemain kita.

Boleh saja menggadang-gadang permainan pepepa (pendek-pendek panjang) sebagai cara untuk menembus pertahanan lawan. Namun, ketiga cara tadi yakni serangan balik yang cepat dan efektif, memaksimalkan set piece bola mati, serta tak lelah melepas bidikan jarak jauh yang keras dan terarah akan menjadi kombinasi yang tepat bagi pepepa untuk memetik tiga angka.

Jujur saja, saya tak yakin, bahkan sangat tidak yakin, tanpa pembenahan soal tiga modal kemenangan tadi, kita bisa lolos dari putaran grup.

Terlalu sering beruji coba dengan tim Pra-PON ini dan itu telah menggerus kualitas Evan Dimas dkk.

Normal saja, jika Anda terlalu sering bermain dengan orang yang kemampuannya hanya rata-rata bernilai 6, Anda akan terlihat hebat kalau bisa mencapai nilai 7. Masalahnya, lawan-lawan kita di Myanmar nanti hampir bisa dipastikan nilainya 8 atau malahan 9.

Mudah-mudahan ketiga modal tadi bisa kembali didapatkan oleh skuat asuhan Indra Sjafri agar doa masyarakat Indonesia agar Timnas U-19 lolos ke Piala Dunia U-20 juga punya alasan atau punya sebab yang memenuhi sunatullah untuk dikabulkan Allah SWT. Semoga!! [Kabar24.com]