Sunday, October 12, 2014

Timnas U-19 Diminta Usung Semangat Soeratin

Timnas berdoa - IST
Seputar Timnas - Meski sudah berusia 86 tahun, perhatian Maulwi Saelan terhadap sepakbola tanah air tak perlu diragukan. Mantan asisten pelatih generasi emas timnas U-19 1961 tersebut masih mengikuti perjalanan tim Garuda Jaya pada Piala Asia U-19 2014 di Myanmar.

Menurut Maulwi, Evan Dimas dan kawan-kawan sudah punya identitas. "Timnas U-19 punya gaya main yang Indonesia sekali. Mereka memanfaatkan segala kelebihan mereka," ujar Maulwi saat ditemui di Sekolah Al Azhar, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Oktober 2014.

Maulwi menambahkan postur tubuh anak asuh Indra Sjafri tidak jauh berbeda dengan pemain-pemain yang tampil di Piala Asia U-19, 1961. "Tak punya postur besar, mereka gunakan kecepatan. Saat tak bisa duel fisik, mereka bermain dengan cerdas menggunakan otak mereka," sambung Maulwi.

Maulwi merupakan saksi hidup saat Indonesia merebut gelar juara bersama Myanmar di Piala Asia U-19, 1961 lalu. Saat itu mantan ajudan presiden Sukarno itu menjabat sebagai asisten pelatih.

Terkait peluang Timnas U-19 di Piala Asia tahun ini, Maulwi menilai Evan Dimas dan kawan-kawan tetap perlu kerja keras. Pelatih Indra Sjafri, juga diharapkan lebih jeli dalam memanfaatkan situasi.

"Teknik mereka saat bermain sudah matang, dalam usianya.Bagaimana menyetop bola, mengatur irama permainan, lalu saling mengisi antar lini, mereka terlihat sudah sangat paham. Hanya saja, jika ingin berprestasi di turnamen ini, para pemain harus punya semangat juang yang lebih besar," beber mantan ketua umum PSSI tersebut.

"Ingat, dasar PSSI di masa Soeratin adalah alat perjuangan. Dulu beliau berjuang melawan Belanda lewat sepakbola. Semangat ini bisa jadi inspirasi. Tapi, diaplikasikan dalam bentuk lain," sambung Maulwi. 

Soeratin Sosrosoegondo merupakan pendiri sekaligus ketua umum pertama PSSI. Insinyur asal Yogyakarta itu menjadikan sepakbola sebagai alat perjuangan melawan Belanda.

Sementara itu, Pada Piala Asia U-19 yang digelar di Myanmar tahun ini, Indonesia sudah menelan satu kekalahan saat bertemu Uzbekistan di laga pembuka babak penyisihan grup B, Jumat, 10 Oktober 2014. Bertanding di Thuwunna Stadium, Garuda Jaya kalah dengan skor 1-3. Indonesia masih menyisakan dua pertandingan lagi, yakni melawan Australia (12/10) dan Uni Emirat Arab (14/10).[viva]