Friday, October 10, 2014

Tahun 1961, Indonesia Pernah Merajai Asia

Timnas Berdoa sebelum berangkat ke Myanmar - Sindo
Seputar Timnas - AFC U-19 Championship awalnya dikenal sebagai AFC Youth Championship. Turnamen ini digelar oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Turnamen ini digelar sejak 1959 dengan Malaya (sekarang Malaysia) sebagai tuan rumah. Turnamen ini kemudian rutin digelar setiap tahun hingga 1978, sebelum diselenggarakan setiap dua tahun sekali mulai dari 1980 hingga sekarang.

Korea Utara menjadi negara yang paling banyak menjuarai Piala AFC U-19 dengan 12 gelar. Teranyar, mereka berhasil menjuarai Piala Asia U-19 yang digelar di Uni Emirat Arab pada 2012.

Di tempat kedua, ada Myanmar yang sukses meraih tujuh gelar. Mereka terakhir meraih gelar pada 1970.

Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Indonesia pernah menjadi juara bersama dengan Burma (sekarang Myanmar) pada 1961. Saat itu, turnamen ini hanya diikuti 10 tim yang dibagi ke dalam dua grup.

Indonesia berada di Grup A bersama Korea Selatan, Vietnam, Singapura, dan Jepang. Indonesia yang diperkuat Hardi Purnomo, Faisal Jusuf, Indris Mappakaja, Sonny Sandra, Bob Hippy dan kawan-kawan menjadi juara grup dengan meraih dua kemenangan dan dua hasil imbang. Indonesia berhasil mengalahkan Vietnam (2-0), Jepang (2-1), dan berman imbang dengan Korea Selatan (2-2), serta Singapura (1-1).

Namun di partai puncak, tim besutan Toni Pogacnik tersebut bermain imbang 0-0 dengan Burma. Alhasil, dua negara ini dinobatkan sebagai juara bersama.

Indonesia gagal mengulang kesuksesannya pada 1962. Indonesia hanya mampu finis sebagai runner-up Grup B. Dengan hasil itu, Indonesia harus melawan Malaya yang merupakan runner-up Grup A dalam perebutan posisi ketiga. Indonesia berhasil mengalahkan Malaysia dengan skor 3-0.

Prestasi Indonesia naik-turun. Setelah takluk 0-2 dari Vietnam Selatan pada perebutan peringkat ketiga pada 1964, Indonesia memperbaiki catatan tersebut dengan menjadi runner-up 1967. Saat itu, Indonesia menyerah 0-3 dari Israel pada partai puncak.

Indonesia kembali menjadi runner-up setelah takluk 0-3 dari Myanmar pada 1970.

Keuntungan sebagai tuan rumah pun tak bisa dimanfaatkan Indonesia pada 1990 dan 1994. Pada 1990, Indonesia menjadi juru kunci dan pada 1994 gagal ke semifinal karena hanya mampu berada di peringkat ketiga.

Setelah itu, Indonesia tak pernah berkiprah di Piala Asia U-19 hingga akhirnya Indra Sjafri berhasil membawa Evan Dimas dan kawan-kawan lolos ke Myanmar. Indra menargetkan timnya menembus babak semifinal demi merebut satu tiket ke final Piala Dunia U-20 yang digelar di Selandia Baru pada 2015.[kompas]