Sunday, October 5, 2014

Profil: Zulfiandi, dari Penyerang Beralih ke Gelandang

Zulfiandi - Kompas
Seputar Timnas - Nama Zulfiandi menjadi buah bibir tatkala Tim Nasional Indonesia U-19 sukses memboyong Piala AFC U-19 tahun lalu yang digelar di Sidoarjo, Jawa Timur. 

Bersama Evan Dimas dan Muhammad Hargianto, mereka membentuk trio tangguh di lini tengah Garuda Jaya, sehingga aliran bola menjadi lebih lancar dan hidup.

Memang, berbicara tentang produktivitas gol, Zulfiandi masih kalah dibandingkan dengan Evan Dimas atau pun Hargianto. Tetapi sebenarnya, tiga gelandang ini memiliki peranan yang berbeda di dalam tim.

Evan Dimas mendapat tugas membantu serangan, sedangkan Zulfiandi menjadi orang pertama yang bertugas menghalau serangan lawan sebelum menembus jantung pertahanan Indonesia.

Ternyata peran itu bisa dijalankan dengan baik oleh Zulfiandi, sehingga Indonesia sukses memboyong gelar Piala AFC U-19. Kemudian, pemain yang akrab disapa Cole ini juga ikut membantu Garuda Jaya melewati tantangan saat kualifkasi Piala Asia U-19. 

Mereka bahkan sukses menaklukkan juara bertahan Piala AFF U-19, Korea Selatan, dengan skor 3-2 pada laga terakhir sehingga lolos ke putaran final Piala Asia dengan status juara grup.



Pemain kelahiran 17 Juli 1995 ini harus melewati perjalanan yang sulit untuk mewujudkan impiannya sebagai pesepak bola. Dia sempat mengalami situasi di mana dirinya tak bisa membeli sepatu bola karena masalah ekonomi. 

Tetapi karena tekadnya yang kuat, dia mampu membeli sepatu baru dari uang hasil tabungannya ditambah sedikit pemberian ayahnya. Sepatu itu hingga sekarang masih disimpan.

Sejatinya, Zulfiandi adalah seorang pemain dengan naluri menyerang. Tetapi pelatihnya di SSB Brata Reuleut Bireun, Rukma Amin, menggeser posisinya sebagai seorang gelandang setelah melihat visi permainannya yang bagus untuk menjadi pemain tengah. 

Ternyata, Zulfiandi justru kian berkembang dan sukses menjalankan peran itu, sehingga jalannya menuju karier sebagai pemain besar mulai terajut dengan bagus.

Zulfiandi mengidolakan gelandang Barcelona, Sergio Busquets. Dia telah mengawali langkah kecil untuk mengikuti jejak idolanya tersebut dengan bagus, lewat gelar Piala AFC, yang membuatnya sebagai pahlawan baru bagi rakyat Aceh.

Ya, ketika kembali ke kampung halamannya di Desa Meunasah Dayah, Kota Juang, pada 14 Oktober tahun lalu, Zulfiandi disambut meriah oleh Pemkab Bireuen dan masyarakat Kota Juang di pendopo bupati setempat.


Kini, Zulfiandi mengemban misi baru untuk membawa Indonesia meraih prestasi di level yang lebih tinggi. Setelah juara Piala AFC U-19 yang masih berskala Asia Tenggara, dia dan rekan-rekannya akan bertarung di pentas Piala AFF U-19 di Myanmar pada 9 Oktober nanti. 

Target minimal lolos ke semifinal sudah dicanangkan, karena jika terwujud maka pentas lebih tinggi akan diraih yakni bermain di Piala Dunia U-20 tahun di Selandia Baru. Semoga sukses! [kompas]

Profil singkat

Nama Lengkap: Zulfiandi 
TTL: Bireuen, Aceh / 17 Juli 1995
Tinggi: 178 cm 
Posisi: Gelandang