Tuesday, October 7, 2014

Kurniawan: Timnas U-19 Jangan Menyerah Sampai Detik Terakhir!

Kurniawan Dwi Julianto - IST
Seputar Timnas - Kurang dari sepekan tim nasional bakal bertarung di Piala Asia U-19 di Myanmar. Kurniawan 'Si Kurus' Dwi Yulianto meminta Evan Dimas dkk. utampil habis-habisan dan jangan menyerah sampai detik terakhir tiap laga.

Timnas U-19 bakal memulai langkah membuka jalan ke Piala Dunia U-20 tahun depan lewat Piala Asia U-19 yang bergulir 9-23 Oktober di Myanmar. Menjadi juara adalah jalan paling aman, namun empat slot disediakan untuk negara-negara Asia dalam ajang yang akan digulirkan di Selandaia Baru tersebut.

Persiapan sudah dihelat timnas sebelum terbang ke Myanmar. Para pemain dan barisan pelatih telah bersama-sama sejak akhir Desember 2013 di Kota Batu, Jawa Timur. Serangkaian ujicoba sudah dilakoni. Dari tur nusantara, ke Timur Tengah, turnamen di Brunei Darussalam, sampai menjajal tim-tim Spanyol.

Kendati menjalani pertandingan yang rutin, Kurniawan menilai ada kelemahan yang justru bisa jadi gangguan tim dengan menghadapi lawan-lawan sesama tim Indonesia. Utamanya terkait lawan yang levelnya tak relatif di bawah timnas dan kuantitas yang terlalu banyak.

Timnas bahkan menunjukkan penampilan antiklimaks ketika tampil di Hassanal Bolkiah Trophy usai melakoni tur nusantara. Kekalahan demi kekalahan diraih. Kabar tak sedap mengikuti kalau turnamen itu bentuk dari negosiasi PSSI dengan pemilik hak siar. Padahal para pemain sudah kadung senang berangkat ke Spanyol untuk tampil dalam turnamen Cotif U-19 di Spanyol. Eh, menjelang hari H mereka tukar kepala dengan timnas U-21 yang diasuh Rudy Keltjes. 

Kurniawan masih lega timnas mendapatkan ujicoba yang kembali menggairahkan semangat tampil para pemain dengan tur ke Spanyol. Setidaknya ajang itu menjadi obat kecewa bagi tim yang diasuh Indra Sjafrie tersebut. 

"Terkait ujicoba keluar negeri dengan level yang di atas timnas, itu penting sekali untuk meningkatkan kualitas dan mental tandingnya. Kalau tur nusantara menurut saya terlalu banyak pertandingannya," kata Kurniawan.

 "Banyak imbasnya. Faktor kelelahan dan yang paling berbahaya adalah kejenuhan karena bisa mempengaruhi performa dalam pertandingan," beber pria 38 tahun itu.

Terkait teknis tim, Kurniawan menyerahkan detil-detil itu kepada barisan pelatih. Evan Dimas yang terlalu sentral ataupun para penyerang yang kurang produktif mencetak gol dinilai bukan wewenang dia untuk menganalisis.

"Jangan tanya aku kalau soal itu. Itu adalah wewenang pelatih dan saya percaya mereka tahu benar kekuatan anak didiknya," elak dia.

"Kalau mau lebih banyak gol, panggil saja Kurniawan DY lagi hahahahha……,” seloroh pesepakbola yang pernah merumput di Serawak FC itu.

Kurniawan juga tetap yakin timnas mampu meraih tiket ke Piala Dunia U-20. Tak ada keraguan dirasakan pemain yang pernah mengasah kemampuan di timnas Primavera dan Sampdoria itu.

"Kalau optimistis tetap optimistis, karena biar bagaimanapun mereka adalah kebangaan dan harapan bangsa ini. Kita harus support mereka terus," pesan pemain yang akrab disapa Si Kurus itu.

"Buat tim, saya berpesan tetap fokus dan percaya diri jaga kekompakan tidak usah mikir kalah menang duluyang penting do the best dan jangan pernah menyerah sampai detik terakhir!" tegas dia.[detik]