Thursday, October 16, 2014

Komisi Informasi Pusat Terima Laporan Forum Suporter, Minta Transparansi Keuangan PSSI


Seputar Timnas - Keinginan forum suporter yang tergabung dalam Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI) untuk meminta PSSI melakukan transparansi terkait keuangannya akhirnya direspons oleh Komisi Informasi Pusat (KIP).

Rencananya FDSI dan PSSI bakal duduk bersama menggelar sidang pada 20 Oktober mendatang.

Beberapa bulan lalu, sejumlah perwakilan dari FDSI mencoba mendatangi kantor PSSI. Mereka membawa surat yang berisi beberapa tuntutan yaitu meminta federasi sepakbola Indonesia itu untuk mau melakukan buka-bukaan terkait transparansi keuangan khususnya pada timnas U-19.

Ketika itu PSSI memang tengah menjadi sorotan mengingat adanya sejumlah agenda timnas U-19, salah satunya adalah Tur Nusantara yang selalu disiarkan oleh stasiun TV. FDSI menyebut masyarakat Indonesia ingin mengetahui berapa jumlah penerimaan yang didapatkan dari program tersebut.

Akan tetapi, sejak melayangkan surat tuntutan tersebut pihak PSSI tidak memberikan respons. Mereka kemudian memilih melaporkan hal tersebut kepada KIP untuk mengetahui apakah keuangan sebuah federasi boleh diketahui oleh publik atau tidak.

Setelah menunggu cukup lama, KIP akhirnya memberikan jawaban. Dalam surat bernomor 181/IX/KIP-RLS/2014, KIP meminta kepada kedua pihak yaitu FDSI dan PSSI untuk datang dalam sebuah sidang.

Sidang tersebut dijadwalkan digelar pada Senin 20 Oktober di ruang sidang KIP, Jakarta Pusat

Perwakilan dari FDSI Rifqi Azmi mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan materi-materi yang dibutuhkan di sidang tersebut. Dia menilai momen ini sangat bagus, mengingat timnas U-19 baru saja mengalami kegagalan di Piala Asia 2014.

"Kemerosotan prestasi timnas U19 di Myanmar kemarin adalah buah dari kerja federasi selama ini yang terkesan aji mumpung dengan ketenaran tim anak asuh Indra Sjafri, mereka terlalu mementingkan uang  hak siar daripada hasil ujicoba itu sendiri," ungkap Rifqi.

Sementara itu Ketua FDSI Helmi Atmaja berharap PSSI bersedia terang-terangan terkait kondisi keuangannya kepada masyarakat Indonesia.

"Kami semua masyarakat pecinta bola berhak tahu berapa dan untuk apa penggunaan uang organisasi selama ini," kata Helmi.

Adapun poin-poin yang dituntut FDSI kepada PSSI:

1. Dokumen kontrak dan nilai kontrak antara PSSI dengan Stasiun Televisi (MNC dan SCTV) untuk hak siar timnas U-19 selama gelaran Piala AFF U-19 tahun 2013, Pra Piala Asia U-19 tahun 2013 dan Tur Nusantara U-19 tahun 2014.
2. Rincian penerimaan dan penggunaan hak siar timnas senior, Timnas U-23 dan Timnas U-19 selama tahun 2012-2014
3. Pengelolaan dana hak siar dan sponshorship, yang terdiri dari:

  • Berapa jumlah tiket yang telah dicetak PSSI sepanjang penyelanggaraan piala AFF U-19 tahun 2013, Pra Piala Asia U-19 tahun 2013 dan Tur Nusantara U-19 tahun 2014, termasuk rincian kategori tiket
  • Rincian distribusi keseluruhan kategori tiket yang telah dicetak
  • Pemasukan yang diperoleh PSSI dari penjualan tiket
  • Pemasukan dari sponshorship apparel Timnas Senior, U-23 dan U-19 selama 2012-2014
  • Kebijakan yang melatarbelakangi perubahan harga tiket selama pertandingan Piala AFF U-19 tahun 2013, Pra Piala Asia U-19 tahun 2013 dan Tur Nusantara U-19 tahun 2014

4. Rincian laporan keuangan dan hasil audit keuangan PSSI selama periode (2005-2013)
5. Rincian laporan keuangan penyelenggaraan kongres PSSI dari tahun 2005-2014.[detik]