Wednesday, October 15, 2014

Kegagalan Timnas U-19 Jangan Dibesar-besarkan

Evan Dimas menangis - IST
Seputar Timnas - Kekalahan telak 1-4 di laga terakhir kontra Uni Emirat Arab (UEA) U-19, membuat Tim Nasional Indonesia U-19 pulang dengan tangan hampa dari Piala Asia U-19. 

Sebelumnya Garuda Jaya menuai dua kekalahan beruntun melawan Uzbekistan (1-3) di laga pembuka, dan di laga kedua melawan Australia (0-1). Harapan bangsa Indonesia untuk melihat Timnas tampil di Piala Dunia U-20 pun melayang. 

Kegagalan ini memicu banyak reaksi berbeda dari masyarakat Indonesia, banyak orang yang terus mendukung Timnas U-19. Namun banyak juga orang yang memberikan kritik dan saran kepada Evan Dimas cs.  

Salah satunya datang dari mantan pemain dan pelatih Timnas Indonesia, Danurwindo. Pria yang kini menjabat sebagai juru taktik Persekap Pasuruan itu, menilai bahwa kegagalan Indonesia sudah cukup menggambarkan kekuatan tim yang diarsiteki Indra Sjafri itu dan sudah seharusnya evaluasi dilakukan secepat mungkin. 

“Mimpi harus tetap dijaga, paling tidak kita sudah melihat gambaran level kita lagi di mana sekarang (di kancah internasional). Evaluasi untuk level ke depan dan selanjutnya dalam perencanaan yang matang harus dilakukan, serta dalam memilih lawan yang lebih matang,” terang Danurwindo. 

Tak hanya itu, pria berusia 63 tahun kelahiran Kutoarjo tersebut juga menggarisbawahi pentingnya youth development atau pengembangan pemain usia muda, yang harus dipertahankan. Terlebih anak-anak asuh Indra Sjafri masih memiliki karier yang panjang. 

“Kegagalan Timnas ini namanya juga tim development, kita harus akui kalau lawan-lawan berada di atas kita. Tapi kan nanti ada evaluasi, kita harus berpikir ke depan dan melihat fatalnya youth development,” pungkasnya.[okezone]