Wednesday, October 8, 2014

Ilham Udin Telah Buktikan Ia Bukan Pemain Titipan

Ilham Udin - IST
Seputar Timnas -  Nama para bintang Timnas Indonesia U-19 meroket pascamenjuarai Turnamen Piala AFF U-19 yang diselenggarakan di Stadion Delta Sidoarjo, 22 September 2013 lalu. Di partai pamungkas anak asuh Indra Sjafri itu berhasil mengandaskan Vietnam lewat drama adu penalti yang berakhir dengan skor 7-6 (0-0). 

Satu per satu wajah pemain Garuda Jaya yang notabene merupakan hasil blusukan sang pelatih pun mulai akrab dan dikenali masyarakat seantero Nusantara. Maklum saja, hampir satu dekade Indonesia kering gelar. 

Timnas Merah Putih di berbagai tingkatan usia hanya mampu tampil sebagai runner up. Seperti pada 2000, 2002, dan 2004, perjuangan Timnas Indonesia Senior harus kandas di partai pamungkas Piala Tiger (kini berganti nama menjadi Piala AFF). Pada 2000 dan 2002 dikalahkan Thailand dan di edisi 2004 dikalahkan Singapura.  

Kutukan tersebut berlanjut pada 2010, ketika berlaku sebagai tuan rumah Piala AFF bersama Vietnam, Timnas Senior yang saat itu dilatih Alfred Riedl itu kembali tampil di partai final. Namun, sekali lagi hanya berakhir sebagai runner up usai takluk di tangan Malaysia dengan agregat 4-2. 

Di gelaran SEA Games 2011, Timnas U-23 juga mendapat imbas serupa. Tim yang ditukangi Rahmad Darmawan itu tertunduk di tangan musuh bebuyutan, Malaysia dengan skor 5-4 lewat drama adu penalti.

Terakhir adalah Timnas U-16 arahan Sutan Harhara yang gagal merengkuh mahkota AFF U-16 di Myanmar lalu usai dikalahkan Malaysia dan lagi-lagi melalui drama adu penalti  (2-3). Padahal di laga sebelumnya, pasukan Sutan Harhara itu berhasil mempermalukan tim favorit, Australia melalui tos-tosan 5-4 setelah dalam dalam waktu normal bermain imbang 2-2. 

Akan tetapi, rentetan kegagalan yang dialami Timnas Indonesia di berbagai tingkatan usia itu berhasil dipatahkan oleh Garuda Jaya dengan menaklukkan Vietnam. Kemenangan ini seolah memberi asa dan membuktikan bahwa Indonesia masih ada!  

Salah satu nama yang pantas diperbincangkan ialah Ilham Udin Armaiyn. Pemilik nomor punggung 20 itu menyita perhatian di antara bintang terang lainnya berkat penampilan menawan dan senyuman yang kerap ia sunggingkan di setiap pertandingan. 

Ilham merupakan kerabat dari Gubernur Maluku Utara, Thaib Armaiyn. Dan karena emblem marga inilah, komentar miring menghampirinya -Ilham dianggap sebagai ‘pemain titipan’. 

Bakat anak muda kelahiran Lelei (pulau kecil di wilayah kabupaten Halmahera Selatan) itu ditemukan langsung oleh Indra Sjafri di Ternate. Hal ini berkat masukan dari mantan direktur media PSSI, Tommy Rusihan yang mengatakan banyak talenta emas di Maluku Utara, khususnya Ternate. 

Sang pemain sukses membungkam berbagai komentar miring mengenainya dengan tampil impresif sepanjang bergabung bersama Timnas U-19. Ilham bahkan menjadi pahlawan Indonesia di laga penentuan kontra Malaysia di babak penyisihan grup Piala AFF U-19 2013. 

Saat menundukkan Timor Leste, kegemilangan Tim Merah Putih menundukkan Timor Leste di babak semifinal dengan skor 2-0 dibuka dengan gol cantik putra keempat pasangan mendiang Udin Armaiyn dan Rohani itu. 

Klimaksnya, Ilham berhasil meruntuhkan kutukan sekaligus paceklik gelar Indonesia selama 22 tahun berkat golnya sebagai eksekutor kesembilan yang juga merupakan penentuan juara usai bermain imbang sepanjang 120 menit.  

Kiprah menawannya berlanjut di Pra Piala Asia U-19 yang digelar di Jakarta. Ilham selalu menjadi pilihan utama sang pelatih. Meskipun tak mampu mencetak gol di laga kontra Laos, Filipina, dan Korea Selatan (Korsel). Namun, kontribusinya untuk Garuda Muda sungguh besar. 

Ilham tampil gemilang dengan penetrasi yang dilakukannya dari sektor kiri. Cepat dan licin, merupakan sedikit gambaran tentangnya. Mungkin tak ada gol tercipta lewat kaki maupun kepalanya, akan tetapi penampilannya sukses memecah konsentrasi barisan pertahanan lawan. 

Laga kontra Laos misalnya, empat gol Indonesia masing-masing dicetak oleh sepasang gol dari Muchlis Hadi Ning, Paulo Sitanggang, dan Evan Dimas. Namun, predikat Man of the Match justru jatuh ke tangannya. 

Berdasarkan hasil statistik, Ilham melepaskan empat tendangan ke arah gawang di mana tiga di antara tepat sasaran (73%). Ia juga tercatat sebagai pemain yang paling banyak melakukan drible, yakni 10 kali dengan 40%-nya berhasil (data High Performance Unit Timnas U-19). 

Di tengah beceknya lapangan Stadion Gelora Bung Karno, Ilham masih dapat memberi andil besar lewat satu assist-nya untuk gol pertama sang kapten, Evan Dimas ke gawang tim asal Negeri Ginseng.

Memukaunya penampilan Ilham di dua turnamen tersebut seolah menjadi jawaban manis untuk semua pihak yang meragukan dan memandang sinis talenta emasnya selama ini. Terlebih bagi mereka yang menilai Ilham sebagai pemain titipan.  

Perjalanan hidup Ilham sendiri tidaklah mudah, terutama hingga menjadi bintang lapangan hijau yang kini mulai diperhitungkan. Ilham kecil ditinggal oleh sang ayah ketika masih berusia 9 tahun. Ia kemudian diasuh oleh pamannya, Safrin. 

Sadar akan talenta yang dimiliki oleh keponakannya, Safrin pun mengirim Ilham yang saat itu duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama ke sekolah bola, Tunas Galatama, pada 2008 silam. 

Kini namanya bukan hanya populer di Indonesia, mungkin sudah menembus Asia dan selangkah lagi mendunia. Sang ibu pun berharap agar buah hati tercintanya itu terus menjaga konsistensi, demi nama harum Indonesia dan tentu saja keluarga, meski tak dipungkirinya terselip rasa khawatir saat sang anak berlaga. 

“Saya takut dia kenapa-kenapa saat bertanding,” kata Rohani kala itu, seperti dilansir salah satu koran lokal Ternate.[okezone]