Monday, October 27, 2014

Danurwindo: Proses Sangat Penting Bagi Evan Dimas dkk Di Timnas Senior

Danurwindo - IST
Seputar Timnas - Mantan pelatih tim nasional Indonesia, Danurwindo, menyambut baik langkah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia yang memasukkan beberapa pemain timnas U-19 ke dalam pelatnas timnas senior. Menurutnya, proses dan pengalaman sangat penting bagi para pesepak bola Indonesia. 

Tujuh pemain timnas U-19 saat ini tengah mengikuti pelatnas timnas yang dipersiapkan untuk ajang AFF Suzuki Cup 2014. Ketujuh pemain itu diantaranya Evan Dimas, Maldini Pali, Ilham Udin Armaiyn, Muchlis Hadi Ning Syaifulloh, Paulo Oktavianus Sitanggang, Ravi Murdianto, dan Hansamu Yama Pranata.

"Itu (ikut pelatnas timnas) bisa sebagai pengalaman mereka. Artinya pemain-pemain yang biasanya main di level junior ini kan perlu beradaptasi ketika masuk ke sana," ungkap Danurwindo di sela-sela acara Nike Most Wanted 2014 di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Minggu (26/10/2014). 

"Tetapi, saya yakin mereka tidak bisa tiba-tiba jadi starter. Yang penting adalah dari kesempatan ini mereka bisa ikut latihan bersama senior-seniornya dan dengan begitu kepercayaan diri mereka pasti bertambah besar," tambahnya. 

Namun, Danurwindo menggaris bawahi, langkah utama yang harus dilakukan untuk memaksimalkan potensi muda adalah membentuk kompetisi yang baik. Menurut mantan pelatih Persebaya Surabaya tersebut dari kompetisi itulah proses perkembangan para pemain muda tersebut bisa terbentuk dengan baik. 

"Jangan kita paksakan mereka harus dipasang atau bermain (di timnas senior). Mereka harus natural, berjalan pelan-pelan karena pemain-pemain yang bagus biasanya harus kembali ke klub masuk kompetisi. Satu tahun dia belum jadi apa-apa, tetapi setelah itu dia keluar menjadi pemain yang bagus," kata Danurwindo. 

"Pengalaman saya waktu di Primavaera dan Garuda. Rocky (Putiray) pertama kali masuk dari PSSI Garuda. Kemudian setelah itu dia masuk Arseto. Satu tahun dia berjuang dan tahun berikutnya dia baru bisa (tampil di timnas senior)."

"Sama seperti pemain-pemain Primavera, mereka masuk ke Pelita Jaya seusai pulang dari Italia. Satu tahun mereka belum ada (di timnas), tetapi dua atau tiga tahun berikutnya ada enam sampai tujuh pemain yang masuk. Jadi, proses seperti inilah yang penting," lanjutnya.[kompas]