Wednesday, October 8, 2014

Australia, Negeri Asia Rasa Eropa Ancaman Bagi Garuda Jaya

Timnas U-19 Australia - IST
Seputar Timnas - Berada dalam satu grup bersama Indonesia, Uzbekistan, dan Uni Emirat Arab, jelas Australia memiliki kapasitas yang lebih dibanding tiga kompetitornya. Untuk ukuran sebuah negara benua yang "terpaksa" ikut ke Asia, Negeri Kanguru sudah memiliki tingkat yang setara dengan negara-negara di Eropa.  

Hal ini terlihat dari susunan pemain mereka di 12 bulan terakhir, ada beberapa yang bermain untuk klub-klub elit Benua Biru, sebut saja Cameron Burgess, bek yang bermain untuk klub Premier League, Fulham. Belum lagi Chris Ikonomidis yang berkompetisi di Italia bersama Lazio, dan Peter Skapetis , bomber Stoke City. 

Sementara itu, untuk beberapa pemanggilan pemain terbaru juga tak berbeda jauh. Dari lini belakang ada bek Villarreal, Rafa Jimenez, lalu Jake Adelson asal Everton, kemudian Callum Elder yang bermain untuk Leicester City, serta bek Aston Villa, Jordan Lyden, siap mengawal pertahanan Negeri Kanguru di Piala Asia U-19 2014. 

Bila melihat sejarah Australia U-19 di Piala Asia U-19, mereka terbukti mampu menjadi ancaman nyata bagi siapa pun yang dihadapinya. Dari empat kali keikutsertaannya di Piala Asia U-19, prestasi paling jelek Socceroos Muda yaitu mencapai fase perempatfinal, yakni di edisi 2006 di India. Mereka tersingkir setelah kalah dari Korea Selatan dengan skor 2-1. 

Namun setelah itu, kebangkitan dialami Australia. Di Piala Asia U-19 2008, mereka sukses menembus babak semifinal, dan tersingkir di tangan Uni Emirat Arab dengan skor 3-0. Bisa jadi, tahun ini menjadi ajang balas dendam Negeri Kanguru atas UEA.  

Di China, pada 2010, langkah lebih jauh diperlihatkan Australia U-19. Mereka hampir saja keluar sebagai yang terbaik. Sayang, di partai final, mereka dikalahkan secara dramatis oleh Korea Utara setelah gol Jong Il-Gwan mencetak gol, yang juga sebagai penanda hattricknya di menit 89. 

Yang terakhir, dua tahun silam di Uni Emirat Arab, Australia kandas di fase semifinal dari tangan Irak dengan skor 2-0. Saat itu, Irak kalah di partai final dari Korea Selatan yang memenangkan laga lewat drama adu penalti. 

Sebelum berpentas di Myanmar, Negeri Kanguru sudah melakoni delapan laga. Di antaranya dari ajang US NTC Invitational. Dari tiga pertandingan melawan Bermuda, Cile dan Amerika Serikat, Australia meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang. 

Berikutnya, mereka berlaga di Piala AFF U-19 2014, sayang di dua pertandingan melawan Vietnam dan Jepang, Australia harus kalah, masing-masing dengan skor 0-1 dan 3-4. 

Beralih ke periode akhir September, dua pertandingan persahabatan dimainkan skuad besutan Paul Okon ini. Satu kemenangan diraih saat melawan klub lokal A-League –liga Australia-, Central Coast Marine dengan skor telak 5-1. Dan satu laga lainnya melawan Newscastle Jet, mereka kalah tipis 1-2. 

Informasi di atas merupakan gambaran kekuatan Australia yang akan dihadapi Tim Garuda Muda di Piala Asia U-19. Namun, Australia datang ke Myanmar bukan tanpa cacat. Sejumlah pemain andalan mereka mengalami cedera. Di antaranya Ben Garruccio, yang menderita cedera lutut, dan Jordan Lyden mengalami masalah hamstring dan harus keluar dari seleksi. 

Salah satu bentuk persiapan yang menunjukkan keseriusan mereka menghadapi Piala Asia U-19 adalah melakukan pemusatan latihan di Thailand, sebagai langkah untuk beradaptasi dengan cuaca di Myanmar yang hampir sama. 

Bila menyebut satu nama yang layak diwasapai Evan Dimas dkk, tentu mereka harus menjaga dengan maksimal Peter Skapetis. Meski baru memainkan empat laga, namun pemain kelahiran 13 Januari 1995 itu sudah mencetak enam gol. 

Dengan segudang pengalaman beruji coba yang sudah dilakukan skuad arahan Indra Sjafri, diharapkan akan mampu menandingi level sepakbola dari Australia, dan bisa eksis di kualifikasi di Piala Dunia U-20 di Selandia Baru pada 2015 mendatang. [okezone]