Thursday, September 4, 2014

Uji Kekuatan Tim Pelapis Garuda Jaya di AFF Preparatory 2014 Vietnam

Timnas U-21- Tribun
Seputar Timnas - Selagi Timnas Indonesia U-19 melanjutkan TC dan segera terbang ke Eropa untuk semakin memantapkan persiapan tampil di Piala Asia nanti, skuad yang baru dibentuk, Timnas U-19 B justru sudah tiba di Hanoi, Vietnam untuk mengikuti turnamen mini bertajuk AFF Preparatory 2014.

Turnamen itu sendiri diikuti 6 negara. Pada babak penyisihan, Indonesia tergabung dengan Myanmar dan Thailand di Grup A. Sedangkan sisanya Australia, Jepang dan Vietnam masuk di Grup B.

Garuda Jaya bakal melakoni pertandingan perdana pada Jumat besok, 5 September 2014. Lawannya adalah tim kuat Thailand. Sedangkan laga kedua Timnas U-19 B, bakal digelar 4 hari berselang menghadapi Myanmar.

Sebuah tantangan tersendiri bagi Timnas U-19 B yang terbilang serba baru, mulai dari skuad yang baru dibentuk kurang dari 2 pekan hingga pelatih yang baru ditunjuk Senin kemarin, 1 September.

Tanpa Target

Awalnya, tim U-19 B dibentuk untuk menggantikan Timnas Indonesia U-19 pada turnamen COTIF di Spanyol, beberapa waktu lalu. Saat itu, skuad yang terdaftar sebagai Timnas Indonesia U-21 ditangani Rudi William Keltjes. 

Sekembalinya dari Spanyol, tim berubah nama menjadi Timnas U-19B dan masih dilatih oleh Rudi. Namun sebelum bertolak ke Vietnam, posisinya digantikan sang asisten, Rully Nere. Sedangkan mantan pelatih PSM Makassar itu digeser menjadi penasihat teknis. 

"Pergantian pelatih hanya status. Di lapangan, kami tetap bekerja sama. Rudi tetap ikut ke Vietnam. Jadi, tidak ada masalah sama sekali," kata Rully mengomentari penunjukan dirinya sebagai pelatih Timnas U-19B. 

Sementara salah satu punggawa Timnas U-19 B, Sabeq Fahmi, mengatakan bahwa pergantian pelatih memang berpengaruh bagi mereka. Namun, hal itu tidak sampai mengganggu persiapan para pemain menghadapi pertandingan. 

"Memang, ada pengaruhnya (pergantian pelatih), kami sempat merasakan itu. Tapi, karena Opa Rudi ikut, jadi saya pikir tidak ada masalah," jelas Sabeq.

Sedangkan Rully selaku nakhoda baru tidak mematok target muluk-muluk bagi timnya. "Realistis saja, kami ingin pemain mendapatkan pengalaman di level internasional," ujar Rully.

"Jadi, tim pelatih hanya berharap mereka bisa bermain bagus di pertandingan pertama lawan Thailand dan Myanmar," sambungnya.

Kondisi Mencemaskan

Rully lalu juga membeberkan masalah yang menimpa timnya pada turnamen Vietnam. Menurut pengganti Rudi Keltjes itu, ada dua masalah krusial yang kini melanda tim pelapis bagi Evan Dimas dan kawan-kawan tersebut.

Permasalahan pertama adalah kondisi fisik pemain. Menurutnya, Sabeq Fahmi cs tidak dalam kondisi yang terbaik, saat bertolak ke Vietnam. Beberapa pemain, bahkan tidak sanggup tampil selama 90 menit. 

"Contohnya saja Fahmi El Ayyubi. Teknik, visi, dan misi permainannya sangat mumpuni untuk menjadi jenderal lapangan tengah. Sayangnya, dia tak mampu bermain selama 90 menit penuh," kata Rully.

"Kami hanya punya waktu 10 hari saja. Tidak mungkin meningkatkan fisik pemain. Kadar hemoglobin beberapa pemain rendah. Itu bisa disebabkan, karena asupan makanan dan sebagainya," sambung dia.

Pria 57 tahun itu juga mengkhawatirkan kondisi lini belakang timnya. Sepeninggal Rudolf Yanto Basna yang dipanggil Indra Sjafri ke timnas U-19, lini belakang timnas U-19B menjadi tidak seimbang.

"Ya, memang itu sangat berpengaruh. Menjadi goyah, karena Rudolf tidak lagi bersama tim ini. Tetapi, kami bangga dia bisa bermain untuk timnas U-19 arahan Indra," jelas Rully.[VIVA]