Tuesday, September 23, 2014

Rotasi Pemain Timnas U-23 di Fase Grup Adalah Blunder Aji Santoso?

Aji Santoso - Liputan6
Seputar Timnas - Usai tampil mengejutkan di 2 laga awal penyisihan Grup E Asian Games 2014, Timnas Indonesia U-23 malah dipermalukan di laga terakhirnya oleh Thailand U-23. Perjalanan pasukan Garuda Muda di fase grup pun seolah antiklimaks.

Indonesia memang sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar, setelah menang di 2 laga awal. Skuad asuhan Aji Santoso itu membuat kejutan di laga pembuka dengan mempermalukan Timor Leste lewat skor akhir 7-0.

Berikutnya, Maladewa yang dihujam gawangnya sebanyak 4 kali tanpa balas oleh Garuda Muda.  Seolah sudah mencapai target lolos dari fase grup, Timnas U-23 seperti coba bermain aman di laga terakhirnya dengan tidak memainkan tim kemenangannya tersebut.

Alhasil, Thailand yang kualitasnya di atas Indonesia pun tak kesulitan untuk menaklukkan Timnas U-23 dalam pertandingan yang berlangsung di Incheon Footbal Stadium, Senin 22 September 2014. Skuad Garuda Muda dipaksa menerima kenyataan dengan kekalahan telak 0-6.

Dalam catatan statistik pertandingan, Indonesia hanya mampu menguasai bola sebanyak 38 persen dan hanya melepaskan 3 tendangan saja. Berbeda jauh dengan skuad asuhan Kiatisuk Senamuang, yang melepaskan 28 tendangan dan 12 di antaranya mengarah ke gawang. 

Blunder Aji Santoso
Aji Santoso benar-benar melakukan perombakan hingga 70 persen dalam pertandingan tersebut. Ferdinand Sinaga yang tampil gemilang di 2 laga sebelumnya dengan mencetak 6 gol, kali ini tidak diturunkan sebagai starter.

Tercatat hanya 3 pemain utama yang diturunkan dalam laga ini, antara lain Victor Igbonefo, Dani Saputra, dan, Bayu Gatra. Sementara itu, posisi kiper diisi oleh Teguh Amiruddin. Kondisi Andritany Ardiyasha memang tidak memungkinkan untuk diturunkan di laga ini.

Sayang, perjudian Aji menurunkan lapis kedua berbuah petaka. Pertahanan Garuda Muda benar-benar terlihat kacau dalam mengantisipasi serangan lawan, lini depan pun terasa tumpul. Ferdinand yang dimasukkan pada menit 80 pun, tak mampu berbuat banyak.

Sama halnya dengan para pendukung Timnas U-23, Aji Santoso pun kaget dengan kekalahan timnya yang cukup besar tersebut. Dia menyebut para pemain pelapis tak bisa memanfaatkan kesempatan di laga ini dengan cukup baik.

"Kekalahan ini di luar dugaan. Kami tidak punya pilihan lain dan harus menurunkan tim pelapis. Kami cukup menyayangkan hasil ini. Para pemain pelapis juga kurang bisa memanfaatkan kesempatan bermain yang telah diberikan," kata Aji usai pertandingan.

Terkait perombakan yang dilakukannya, pelatih berusia 44 tahun itu beralasan pemain intinya masih ada yang tengah dibekap cedera, antara lain Dedi Kusnandar, Ramdani Lestaluhu, dan Andritany Ardiyasha. Sedangkan Alfin Tuassalamony dan Manahati Lestusen disimpan karena sudah mendapat kartu kuning di laga sebelumnya.

Dengan kekalahan ini, catatan clean sheet Indonesia pun tercoreng sudah. Meski begitu, Indonesia berhasil kembali lolos ke babak 16 besar setelah terakhir kali pada 28 tahun lalu.
Para punggawa Timnas U-23 mengakhiri fase grup di Asian Games edisi ke 17 ini sebagai runnerup Grup E dengan 6 poin, sedangkan Thailand U-23 menjadi juara grup dengan 9 poin.

Korea Utara Menanti
Lolos ke babak 16 besar dengan predikat runnerup Grup E, maka Indonesia akan menantang Korea Utara (Korut) U-23 yang sukses menjadi juara di Grup F setelah meraih 6 poin dari 2 laga. Laga keduanya akan berlangsung pada 26 September 2014 di An San Wa Stadium.

Korea Utara tentunya menjadi lawan yang cukup berat. Tiongkok dan Pakistan sukses dilumatnya pada fase grup. Sadar akan sulitnya di babak 16 besar nanti, Aji meminta anak asuhnya agar segera bangkit dan melupakan kekalahan memalukan dari Thailand U-23.

"Saya langsung kumpulkan pemain. Harapannya mereka bisa melupakan kekalahan ini untuk bersiap menghadapi Korut. Jadikan kekalahan ini sebagai pelajaran dan pengalaman," ungkap Aji.

"Melawan Korut, tidak ada pilihan lain. Para pemain harus berjuang dengan keras demi mencapai hasil maksimal. Pertandingan melawan Korut lebih penting. Jadi, para pemain harus bangkit," sambungnya.

Sepakbola Korea Utara memang baru kembali bangkit beberapa tahun ini, namun prestasi mereka cukup mengesankan. Korea Utara U-23 sukses menjuarai East Asian Games 2013 mengungguli Korea Selatan dan juga Jepang. 

Bila kita melihat 4 tahun ke belakang, Timnas Korea Utara U-19 sukses menjadi juara AFC U19 di 2010. Jadi, kemungkinan besar sebagian skuad Korea Utara U-19 di tersebut adalah yang bermain untuk Asian Games 2014 ini.
Belum lagi sejarah mencatat, di saat Indonesia lolos dari fase grup pada 1954, 1958, dan 1986, langkahnya selalu terhenti di babak semifinal. Tapi terlepas dari itu semua, kita berharap Garuda Muda bisa pulang dengan membawa medali emas.[viva]