Tuesday, September 23, 2014

Muchlis Hadi Ning: Sepak Bola Antara Mimpi dan Keluarga

Muchlis Hadi Ning Saifulloh - IST
Seputar Timnas - Beberapa orang menganggap sepak bola itu hanyalah olahraga biasa. Terkadang, banyak pula yang berpikir bahwa sepak bola itu adalah hobi semata. Namun, tidak demikian dengan striker tim nasional Indonesia U-19, Muchlis Hadi Ning Syaifullah. 

Bagi Muchlis, sepak bola adalah mimpi dan keluarga. Dari mimpi dan keluarga itulah sepak bola bertransformasi menjadi sebuah kerja keras serta upaya memeras keringat setiap hari, sama seperti yang dilakukan pekerja-pekerja lainnya. 

"Terima kasih untuk kedua orangtuaku. Dari kecil hingga dewasa sudah mengajariku bermain sepak bola, hingga bisa sampai saat ini dan bisa membela timnas Indonesia. Terima kasih." Demikian kata Muchlis ketika tampil di salah satu televisi nasional seusai membawa Indonesia U-19 menjuarai Piala AFF 2013. 

Muchlis adalah salah satu pilar utama di lini depan timnas U-19 baik di perhelatan Piala AFF 2013 atau kualifikasi Piala Asia U-19 2014. Kecepatan, fisik prima, serta ketajamannya di kotak penalti lawan membuat pelatih Indra Sjafri kepicut saat memantau bakatnya meski masih berusia muda. 

Keluarga
Lahir di Mojokerto, Jawa Timur, 26 Oktober 1996, dari pasangan Sulifah dan Samsul Hadi, sepak bola memang lekat dengan kehidupan Muchlis sejak kecil. Maklum, Samsul, sang ayah, adalah mantan stopper tim Assyabab Surabaya. Dari pengalaman itulah, Samsul menempa Muchlis untuk menjadi pesepak bola seperti sekarang. 

Namun, karena keterbatasan biaya, Muchlis kala itu tidak bisa seperti anak-anak lainnya yang ikut Sekolah Sepak Bola (SSB) ternama di Jawa Timur. Hanya berbekal pengalaman ayahnya, setiap hari peluh keringat Muchlis kecil mengucur di badannya agar mimpinya menjadi pesepak bola nasional menjadi kenyataan.

"Biaya masuk SSB memang mahal saat itu untuk ukuran kami, sehingga tidak semua bisa masuk SSB bagus, termasuk anak saya. Tidak seperti rekan-rekannya yang lebih mampu, yang bisa berlatih di SSB berkualitas yang ada di Surabaya maupun Malang," ungkap Samsul. 

Memasuki usia remaja, Samsul melihat bakat Muchlis perlu terus diasah dengan baik. Ia pun akhirnya memutuskan untuk memasukkan Muchlis ke SSB Sinar Mas. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Muchlis. Di tengah keterbatasan keluarganya, Muchlis tetap berlatih dengan giat dan semangat tinggi.

"Saat itu ia bermain bola dengan sepatu seadanya. Sebab dulu harga sepatu berkualitas sangat mahal. Tapi Muchlis tak malu memakai sepatu buatan keluarga sendiri, dia pun tak pernah berhenti berlatih," kata Samsul yang juga menekuni bisnis sepatu di Mojokerto seusai pensiun dari sepak bola. 

Beberapa warga di Blimbingsari, Mojokerto, pun mengaku Muchlis adalah sosok pekerja keras. Bahkan, untuk menjaga agar kondisinya, Muchlis dikabarkan hampir setiap siang hari selalu berlari. 

"Anaknya memang mau bekerja keras dan tak sungkanan. Tidak tahunya dia sekarang menjadi pemain tim nasional. Kami ikut bangga," ungkap salah satu perangkat desa Blimbingsari, Ainur Rofiq.

Kerja keras Muchlis menuai hasil saat dirinya terpilih masuk ke dalam seleksi Pengcab PSSI Mojokerto. Karena mempunyai skill di atas rata-rata, ia berhasil ikut serta mewakili Indonesia yang keluar sebagai juara di Yamaha ASEAN Cup U-13 Vietnam. Setelah itu, karier Muchlis melejit. 

Selepas turnamen itu, Muchlis mulai menampaki kariernya di Persebaya U-14. Lalu ia sempat pindah ke Domhil Malang U-16 dan Benteng Muda U-16, sebelum akhirnya bergabung bersama Persekap Kota Pasuruan, yang hingga saat ini menjadi klubnya. Di tengah proses tersebut, PSSI menggelar program nasional untuk mencari bibit muda. 

Dari program itulah, Muchlis akhirnya menjadi bagian skuad Indonesia U-17 yang menuai prestasi setelah menjadi juara HKFA International Youth Football di Hongkong. Berkat ketajamannya di lini depan, pelatih Indra Sjafri, yang kala itu melatih U-17, terus mengandalkan semangat dan kerja kerasnya di lini depan timnas hingga ke level U-19. 

Piala Asia
Di perhelatan Piala AFF U-19 2013, Muchlis menunjukkan ketajamannya saat mencetak dua gol ketika Indonesia mengalahkan Brunei Darussalam 5-0 di babak penyisihan pada 10 September 2013. Sepasang gol pun kembali sempat dilesakkannya ketika Indonesia menang 4-0 atas Laos di ajang penyisihan Piala Asia U-19, 8 Oktober 2013. 

Raihan positif di babak kualifikasi, membuat Indonesia berpeluang mencari asa di Piala Asia U-19. Namun, turnamen itu bakal berbeda karena karena lawan-lawan Muchlis dan kawan-kawan bukan lagi level Asia Tenggara. Indonesia tergabung di Grup B bersama Uzbekistan, Australia dan Uni Emirat Arab. 

Muchlis pun sadar kini kerja kerasnya bakal kembali diuji di dalam lapangan. Turnamen Piala Asia U-19 bakal dijadikannya ajang pembuktian bahwa Indonesia juga bisa berprestasi di level dunia. Dan pastinya, ada satu mimpi lain yang akan dibawa dalam benak Muchlis, yaitu berusaha meraih prestasi setinggi mungkin agar bisa membanggakan keluarga yang dicintainya lewat sepak bola. 

"Semua tim (di Piala Asia U-19) sudah pasti berat. Tetapi, aku akan berupaya keras untuk mencetak gol di setiap pertandingan, sehingga bisa mempersembahkan gelar juara. Meski kemarin kami kalah (di Piala Hassanal Bolkiah), kami tetap semangat karena target kami adalah lolos ke Piala Dunia," harap Muchlis. [kompas]


Biodata singkat: 

Nama lengkap: Muchlis Hadi Ning Syaifullah
Tempat, tanggal lahir: Mojokerto, 26 Oktober 1996
Tinggi: 175 cm
Posisi: Striker
Pemain Favorit: Fernando Torres